Ilustrasi pembacokan. ilustrasi: Kriminologi.id

Pemuda Korban Geng Motor Tak Ingat Kronologi Penganiayaan di Karawang

Estimasi Baca:
Senin, 30 Jul 2018 17:50:06 WIB

Kriminologi.id - Dua pemuda bernama Muhammad Firdaus (20) dan M Rizki Basari (19) mengalami luka bacok akibat menjadi korban penyerangan geng motor yang membawa atribut bendera.

Pemuda korban geng motor itu tak ingat kronologi penganiayaan yang menimpanya di Karawang, Jawa Barat. 

Kedua warga Kecamatan Talagasari, Karawang, Jawa Barat, yang mengendarai motor itu diserang ketika hendak menuju GOR Pranatayudha Karawang. 

Korban Muhammad Firdaus mengatakan, dirinya dan Rizky diserang secara tiba-tiba oleh beberapa orang yang menumpang motor. Penyerangan tersebut sama sekali tak diduga karena tanpa sebab musabab.

“Saya diserang secara tiba-tiba, dan tidak ada sebab sebelumnya. Aneh juga,” kata Muhammad Firdaus di Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 30 Juli 2018.

Penyerangan tersebut, kata Firdaus, bermula ketika dirinya dan Rizky menumpang sepeda motor hendak pergi ke GOR. Namun, di tengah jalan keduanya tiba-tiba dipepet kelompok geng motor.

Para pelaku kemudian menyerang. Saat kejadian, keduanya tak sempat melawan karena jumlah pelaku cukup banyak.

“Motor saya dipepet. Lalu saya dicelurit di bagian punggung oleh rombongan motor tersebut. Saya tak melawan karena pelakunya banyak,” ujarnya.

Firdaus mengatakan, dirinya tak begitu mengingat apapun saat diserang para pelaku. Pihaknya hanya berupaya mempertahankan diri menggunakan helm dari serangan geng motor. 

“Lalu saya sadar sudah berada di Rumah Sakit Umum Karawang,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mapaseng, menjelaskan kejadian penyerangan yang menimpa dua pemuda tersebut terjadi di GOR Pranatayuda dan Telagasari.

"Korban itu berpapasan dengan para pelaku, lalu diserang secara tiba-tiba," kata Kasatreskrim

Para pelaku, menurut Kasatreskrim Maradona, berjumlah 10 orang. Pihak kepolisian mengetahui jumlah penyerang berdasarkan keterangan korban dan saksi mata di lokasi kejadian.

Hingga kini, pihak Polres Karawang masih melakukan penyelidikan terhadap para pelaku penyerangan kepada dua pemuda tersebut.

"Masih didalami, dan dicari. Beberapa orang identitasnya sudah diketahui," ujar Maradona.

Keberadaan geng motor pun dikeluhkan pegawai perusahaan otobus atau PO Bus Setia Nagara. Pegawai PO Bus itu menuangkan keluh kesahnya di dinding Facebook pribadinya Andi Laww. 

"Tolong donk pa polisi berantas semua genk motor yang suka merusak kendaraan," keluh Andi Laww.

Ia menceritakan ulah geng motor di Simpang Jomin semalam pukul 01.00 WIB. 

"Salah kami apa sehingga kalian maen bacok s'enak'y." TD

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500