Ilustrasi pencabulan , Ilustrasi: Pixabay

Perampokan Ungkap Mantan Pendeta Rekam Puluhan Gadis Muda Saat Mandi

Estimasi Baca:
Kamis, 23 Ags 2018 18:44:09 WIB

Kriminologi.id - Seorang mantan pendeta muda bernama Donald Courtney Biggs diserang seorang pria tak dikenal saat sidang vonis di pengadilan federal Medford, Amerika Serikat pada Rabu, 22 Agustus 2018. Serangan itu nampaknya datang dari orang yang sakit hati karena perbuatannya.

Mengutip Foxnews, pria itu ditangkap dengan tuduhan menghalangi pemerintahan atau administrasi peradilan, serangan tingkat keempat dan perilaku tidak tertib. Dia ditahan di Penjara Jackson County dengan jaminan USD 12.500.

Seorang polisi, Letnan Justin Ivens mengatakan kepada wartawan di luar gedung pengadilan Biggs dievakuasi ke rumah sakit setempat karena mengalami cedera setelah ditonjok satu kali di wajah oleh penyerang tersebut.

Serangan itu datang ketika pengacara pembela Biggs memberi tahu hakim bahwa kliennya menyesali perbuatannya.

Perbuatan Biggs terungkap setelah polisi menyelidiki kasus perampokan di toko tempatnya bekerja dan menemukan rekaman gadis muda setengah telanjang. Dalam rekaman itu, ia membawa gadis berusia 14 tahun dalam perjalanan ke California Selatan dengan maksud untuk merekamnya saat keluar dari kamar mandi.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan penyelidikan mengungkapkan ia telah menyembunyikan rekaman kamera yang melibatkan puluhan korban.

Biggs dulunya seorang pastor muda di sebuah gereja pusat kota Medford. Puluhan korban Biggs diduga direkam secara rahasia, terungkap dalam persidangan sebelumnya.

Sebelum sidang vonis, Biggs telah ditahan di Penjara Jackson County sejak awal 2015. Awalnya polisi menyelidiki kasus perampokan di Mountain Church di Medford, tempat dia bekerja. Dalam penyelidikan itu, polisi menemukan koleksi rekaman kamera tersembunyi yang melibatkan puluhan korban muda.

Rekaman itu melibatkan remaja yang membuka pakaian, mandi dan menggunakan kamar mandi di rumah Biggs. Rekaman lain juga terjadi di kamp selama mereka mengadakan liburan musim panas, lapor Mail Tribune mengutip informasi dari Kantor Pengacara AS.

Pada awal tahun ini, Biggs mengaku bersalah atas satu tuduhan kejahatan perekaman dengan maksud untuk terlibat dalam aktivitas seksual kriminal. Sebagai bagian dari kesepakatan pembelaan, ia dijatuhi sembilan biaya transportasi dan pornografi anak lainnya.

Mengutip oregonlive.com, penahanan Biggs ditunda setelah serangan itu. Dia menghadapi vonis dari tuntutan hampir 16 tahun penjara.

 

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500