Ilustrasi perdagangan orang. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Perdagangan Orang ke Cina, Broker Janjikan Anak Kerja Sales Kosmetik

Estimasi Baca:
Senin, 30 Jul 2018 21:15:32 WIB

Kriminologi.id - Wajah Nurhidayat terlihat datar. Sorot mata nanar terlihat pada orang tua MRD, korban perdagangan orang ke Cina. Pria berusia 53 tahun asal Purwakarta, Jawa Barat itu seperti yang cemas memikirkan nasib keselamatan anaknya di negeri orang.

MRD, gadis berusia 16 tahun yang dijual dengan modus kawin kontrak dengan pria di Cina. Broker penyalur tenaga kerja itu bilang ke orang tua kalau anaknya itu  bekerja sebagai sales kosmetik. 

"Bapak gak usah khawatir, anak bapak kerja baik-baik, bukan kerja yang haram-haram. Nah, aku kan percaya dia (Vivi) bila begitu," kata Nurhidayat saat menyambangi Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin 30 Juli 2018. 

Nurhidayat mengatakan, kalau MRD dinikahkan dengan seorang pria Cina yang bekerja sebagai buruh di negeri tirai bambu tersebut.

"Anak saya dinikahi orang sana (Cina). Dia (suami MRD) kerjanya hanya buruh," ujarnya.

Nurhidayat mengatakan tidak pernah menyangka putri kesayanganya itu akan menjadi korban perdagangan orang. Terlebih menikah kontrak dengan warga negara lain tanpa persetujuannya.

Seminggu setelah MRD berangkat, pada tanggal 24 Mei 2018, Nurhidayat baru tahu kalau anaknya berada di CIna. MRD menghubungi dirinya melalui sambungan telepon.

Alangkah terkejut dirinya ketika mengetahui putrinya tercinta sudah berada di Cina. 

"Setelah menjelang 10 hari, anak saya nangis telepon dari Cina. Aku kan kaget anak dibawah umur, KTP belum punya tanpa izin orang tua dia bisa pergi ke Cina. Apalagi dengan alasan dia ingin dinikahkan kontrak," katanya.

Nurhidayat mengaku syok mendengar nasib anaknya, apalagi menjadi korban nikah kontrak. Berbagai ketakutan pun muncul dalam benaknya.

"Kan hati saya hancur, kawin di sana kulturnya berbeda, budayanya berbeda, bahasa berbeda, agamanya juga. Belum tentu sama dengan kita. Itu yang paling ngeri tuh itu," ujar Nurhidayat dengan suara parau.

MRD merupakan satu dari lima korban human trafficking dari Kabupaten Purwakarta. Empat orang korban tersebut yakni Y (28), DF (26), VN (20), CEP (23). MG

Reporter: Walda Marison
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500