Ilustrasi--Screenshoot video viral aksi perkelahian pelajar SMP. Foto: ist/Kriminologi.id

Polisi Ancam Pidanakan Warga Penyebar Video Duel Siswa SMP di Garut

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 16:40:45 WIB

Kriminologi.id - Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengimbau masyarakat tidak menyebarkan video perkelahian siswa SMP yang terjadi di wilayah Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Budi mengatakan akan memproses penyebar dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Saya ingatkan masyarakat jangan sebarkan video tersebut, kalau sengaja disebar akan dijerat UU ITE," kata Budi Satria kepada wartawan di Garut, Kamis, 2 Juli 2018.

Ia menuturkan, kasus perkelahian dua siswa SMP di Kecamatan Karangpawitan itu diketahui publik setelah videonya tersebar melalui media sosial.

Kapolsek Karangpawitan, Kompol Oon Suhendar membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, perkelahian dua siswa SMP tersebut disaksikan teman-temannya yang ternyata merekam perkelahian dengan ponsel. 

Saat itu, kedua pelaku yakni F dan D yang duduk di kelas VII baru pulang sekolah. Di tengah jalan keduanya cekcok hanya karena saling tatap yang dianggap sinis. Kata yang membuat mereka adu mulut adalah "naon melong aing wae?" (kenapa melotot melihat saya).

Perkelahian pun tak dihindarkan saat rekan F dan D berinisial R dan O. R dan O kemudian menduelkan F dan D dan merekam perkelahian tersebut dengan ponsel.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, setelah mendapat rekaman video tersebut, pihaknya langsung mengklarifikasi pihak sekolah terkait perkelahian dua siswa tersebut.

"Hasil penelusuran kami dan klarifikasi ke sekolah itu kejadian lama, dan mereka siswa alumni, sekarang sudah SMA," ungkapnya.

Ia menegaskan, jajarannya maupun sekolah sudah memberikan pembinaan terhadap siswa yang terlibat dalam perkelahian tersebut dan meminta video perkelahian dua siswa dihapus. "Siswa yang terlibat dilakukan pembinaan, teguran keras dan diminta videonya dihapus," tuturnya.

Polisi, kata Budi, menjalankan program pembinaan dan pengarahan kepada siswa tentang kesadaran hukum. Terutama, tentang UU ITE terkait penyebaran video perkelahian anak akan diancam hukuman pidana lima tahun penjara.

"Kalau menyebarkan video meresahkan bisa ditindak UU ITE, ancamannya lima tahun," katanya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500