Pelaku saat rilis kasus prostitusi Online Kalibata City. Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Prostitusi Anak di Kalibata City Gunakan Wechat dan Beetalk

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 14:00:56 WIB

Kriminologi.id - Tim Subdit Renakta Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk tiga pelaku penyedia layanan prostitusi online dan Pekerja Seks Komersial atau PSK yang melibatkan anak di bawah umur. Para pelaku memasarkan lima anak perempuan untuk menjalankan aksi prostitusinya di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

"Lima diantara 32 yang diamankan adalah anak-anak, mereka sudah bekerja menjadi PSK di Kalibata City selama 2 tahun. Ketika kami melakukan penangkapan di apartemen tersebut, ada dua orang anak laki-laki yang diamankan dimana keduanya merupakan calon pelanggan," ujar Wakil direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya, ABKP Ade Ary Syam Indradi di Markas Polda Metro Jaya, Rabu, 8 Agustus 2018.

Ketiga pelaku tersebut, kata Ade, yakni SBR alias Obay, TM alias Oncom, serta 1 orang perempuan berinisial RMV. Ketiganya memiliki peran masing-masing saat menjalankan layanan prostitusi tersebut.

Salah satu pelaku berinisial SBR, kata Ade, menggunakan aplikasi Beetalk dan Wechat untuk menawarkan layanan prostitusinya secara online. Pelaku menulis Open BO atau Booking Out melalui dua aplikasi tersebut.

Selama menggunakan kedua aplikasi tersebut, kata Ade, pelaku SBR kerap menyamar sebagai perempuan dengan menggunakan foto perempuan. Harga yang ia tawarkan yakni dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta rupiah.

"Setelah menawarkan setiap PSK dan berhasil menemukan pelanggan, SBR akan membuatkan janji untuk bertemu dengan para pelanggan di apartemen nanti. Setelah mereka bertemu, SBR akan diantar ke 2 orang yang berperan sebagai penyedia unit apartemen," tutur Ade.

Di sinilah, Ade melanjutkan, peran kedua pelaku lainnya, TM alias Oncom dan seorang perempuan berinisial RMV terlihat.

Keduanya, kata Ade, merupakan agen marketing properti dari setiap unit apartemen di Kalibata City yang akan digunakan untuk kegiatan prostitusi. 

"Mereka menawarkan sebanyak 17 apartemen dari puluhan apartemen yang dipakai untuk kegiatan tersebut. Dari hasil pengembangan sementara, kami menduga bahwa prostitusi anak dan orang dewasa ada di 5 tower apartemen kalibata city, dari jumlah tower keseluruhan sebanyak 18," tutur Ade memaparkan.

Mengenai urusan bagi hasil dari layanan prostitusi tersebut, Ade melanjutkan, setiap pihak yang terlibat mendapatkan bagiannya masing-masing, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu.

"Dari setiap transaksi layanan prostitusi, baik itu yang bertarif Rp 500 ribu ataupun Rp 1 juta, S alias O akan mendapatkan bagian sebesar Rp 50 ribu. Sementara itu, pelaku TM dan RMV selaku penyedia unit apartemen akan mendapatkan 300 ribu rupiah untuk penggunaan unit apartemen selama 24 jam penuh," ujar Ade.

Hingga kini, polisi masih mendalami dugaan adanya keterlibatan pemilik apartemen Kalibata City dengan ketiga pelaku. Atas perbuatannya, SBR alias Obay, TM alias Oncom dan RMV diganjar Pasal 296 KUHP dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara dan Pasal 506 KUHP,  dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. YH | RZ

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500