Gedung Apartemen Kalibata City. Foto: Rizky Aditya/Kriminologi.id

Prostitusi di Kalibata City Libatkan Karyawan Toko Pemilik Kartu Akses

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 18:00:54 WIB

Kriminologi.id - Prostitusi di apartemen Kalibata City tak pernah pudar meski polisi berulang kali menangkap pelaku dan penggunanya. Terus berulangnya kasus prostitusi di lokasi tersebut ditengarai karena ada keterlibatan karyawan toko di apartemen tersebut.

Kriminologi.id mendatangi kawasan apartemen padat yang terletak di Jalan Raya Kalibata, Jakarta Selatan itu dan bertemu dengan salah seorang tokoh warga apartemen tersebut yang bernama Wenwen.

Apartemen kalibata city

Menurutnya, aksi prostitusi di apartemen Kalibata City sudah menjadi rahasia umum di kalangan para penghuni. Selama ia tinggal di salah satu unit di apartemen itu, ia telah berulang kali menyaksikan polisi melakukan penggerebekan di beberapa unit apartemen yang memiliki 18 tower itu.

Ia menuturkan, prostitusi di apartemen Kalibata City juga melibatkan oknum karyawan toko yang berada di lantai dasar apartemen. Keterlibatan mereka bukan tanpa alasan.

Para karyawan toko seperti pengantar gas dan air galon itu memiliki kartu akses untuk mencapai seluruh lantai di apartemen itu. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh penyedia jasa prostitusi.

"Memang sempat ada (karyawan toko) yang terlibat karena mereka punya kartu akses yang bisa membuka semua pintu. Sedangkan penghuni di sini tidak punya. Sempat juga ada yang sudah ditangkap kalau tidak salah tahun 2016," kata Wenwen berbibcang dengan Kriminolog.id, Kamis, 9 Agustus 2018.

Selain keterlibatan karyawan toko, muncul juga dugaan keterlibatan petugas keamanan dan petugas lain di apartemen tersebut. Namun Wenwen mengaku tidak tahu soal dugaan itu.

Menurutnya, berdasarkan keterangan warga apartemen, hingga kini belum pernah ditemukan bukti yang memastikan bahwa petugas keamanan ikut terlibat dalam aksi prostitusi itu.

Sementara itu Ketua RT 01 RW 10 Tower Flamboyan bernama Eri menambahkan, keterlibatan karyawan toko gas dan air isi ulang itu memang sudah sempat terbukti.

Namun, dalam penggerebekan yang dilakukan Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu itu, ternyata yang terlibat adalah karywan toko.

"Kalau kasus kemarin saya tidak bisa memastikan karena tidak ada bukti. Tapi sebelumnya memang ada keterlibatan tukang gas. Alasannya karena dia punya kartu akses yang diberikan sama pihak pengelola. Jadi dia (karyawan toko) sebagai orang yang mengantar pelanggan ke kamar," kata Eri.

Apartemen kalibata city

Prostitusi di apartemen Kalibata City terungkap saat petugas Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di Tower Flambuyan lantai 21 pada 2 Agustus 2018 lalu.

Dalam penindakan yang berlangsung pada malam hari sekitar pukul 11.00 WIB itu, sebanyak 32 orang yang terdiri dari 17 PSK dan 15 pelanggan diamankan.

Dari 32 orang yang diamankan petugas kepolisian itu, 3 orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka yaitu dua orang pria berinisial T dan SBR sebagai penyedia unit yang disewakan, dan perempuan inisial R yang berperan sebagai muncikari. RZ

 


 

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500