pixabay.com

Remaja Diperkosa Ayah Kandung, Diancam Tak Diakui Sebagai Anak

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Apr 2018 13:30:26 WIB

Kriminologi.id - Nasib tragis dialami seorang remaja perempuan berinisial TH (15). Ia diperkosa ayah kandungnya berinisial TRM (43) warga Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara selama dua kali.

Peristiwa itu bermula saat itu pelaku sekitar pukul 23:00 WIB, pulang ke rumah kontrakannya dalam keadaan mabuk. Melihat anaknya yang sedang tertidur, tiba-tiba pelaku yang dalam keadaan mabuk membekap mulut korban dan menelanjangi korban dan langsung menyetubuhi anak kandungnya itu.

"Selesai melakukan, tersangka mengancam anaknya bila lapor anaknya akan diusir dan tidak akan diakui sebagai anaknya,” ujar Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rahmad Sumekar, Selasa, 18 April 2018.

Rahmad mengatakan, korban selama ini tinggal bersama ayahnya dan dua kakaknya yang saat itu sedang tidak ada di rumah, sehingga pelaku leluasa melakukan aksi bejatnya itu.

"Perbuatan tersebut dilakukan saat kedua kakak korban tidak ada di rumah, dan di lakukan hingga dua kali di lain hari," kata Rahmad.

Tidak terima diperlakukan demikian, korbang melaporkan perbuatan ayahnya itu kepada ibunya yang sudah cerai dengan pelaku kurang lebih dari 7 tahun lalu. Korban mengaku bahwa ia telah disetubuhi oleh ayahnya.

Mendapati laporan itu, ibu korban yang geram melaporkan hal tersebut ke Polsek Metro Penjaringan kemudian dilakukan visum, dan hasilnya korban mengalami robek pada bagian vagina.

Dengan adanya laporan tersebut, selanjutnya polisi melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan setelah dilakukan gelar perkara, kemudian tim Resmob Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

"Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku di rumah kontrakannya di daerah Teluk Gong. Pelaku kami amankan dan dibawa ke Mapolsek Metro Penjaringan guna proses penyidikan lebih lanjut," ucap Rahmad.

Terkait kasus ini, selain mengamankan tersangka, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa hasil visum dan mencari barang bukti lainnya yang terkait dengan perkara tersebut, serta melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi.

Atas pebuatannya itu tersangka pelaku dikenakan Pasal 81 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Tribratanews.com
KOMENTAR
500/500