Remaja Lulusan SMP Korban Perdagangan, Tak Bisa Pulang karena Utang

Estimasi Baca :

Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Wanita yang masih remaja berinisial W menjadi korban perdagangan manusia. Sebelumnya, dia dijanjikan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Papua. Namun, sesampainya di sana wanita berusia 16 tahun itu justru dipekerjakan sebagai pamandu lagu di sebuah tempat karaoke. W tidak bisa pulang ke rumah orang tuanya di Bekasi, Jawa Barat, karena tersandera oleh utang. 

Rekan korban bernama Wiwik mengungkapkan kepada orang tua korban bernama Hendrik. W tak bisa pulang karena dinilai masih memiliki utang kepada tempatnya bekerja. Selain itu, W juga dianggap memiliki utang kepada Dewi, seorang wanita yang mengirimkan W ke Papua sebagai pemandu lagu. Wiwik bisa mengetahui yang dialami W karena dia juga menjadi korban perdagangan manusia oleh Dewi. 

“Anak saya belum bisa pulang karena kata Wiwik utangya belum lunas. Jadi, semua akomodasi anak saya ke Papua itu ternyata dianggap utang. Dibayarnya nyicil dari gajinya yang didapat,” kata ayah korban bernama Hendrik saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Senin, 30 April 2018.

Mendengar anaknya di luar Pulau Jawa, Hendrik mengaku kaget dan cemas karena mengetahui anaknya bekerja di Papua. Pasalnya, kepergian anaknya saat itu dilakukan secara diam-diam tanpa memberikan informasi kepadanya. 

Dalam kecemasan itulah, Hendri langsung melaporkan kasus perdagangan manusia yang menimpa anaknya itu ke Polda Metro Jaya. Oleh Polda Metro, kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi Kota. 

"Sekarang saya meminta tolong agar anak saya bisa segera pulang dari Papua,"katanya.

Hendrik menjelaskan, peristiwa yang menimpa anaknya bermula sekitar 1,5 bulan lalu. Saat itu, W yang baru lulus sekolah menengah pertama (SMP) ingin bekerja karena tak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan SMK. 

“Saya juga gak bisa maksa, karena kami juga tahulah keadaan keuangan kami tak bisa sekolahin dia,” katanya.

Keinginan W ingin segera bekerja semakin menggebu. Sampai-sampai keinginannnya itu dia ceritakan kepada temannya bernama Novi. Mendengar cerita temannya itu, Novi menyarankan agar W menghubungi Ika Dewi Rahmawati yang ternyata diketahui sebagai germo.

W dan Novi kemudian bertandang ke rumah Dewi di daerah Bekasi Timur. Kepada Dewi, korban menceritakan keinginan untuk bekerja. Dewi yang saat itu melihat adanya kesempatan mengatakan bakal mencarikan pekerjaan. Dewi menawarkan W pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Papua. Untuk menjadi pembantu rumah tangga, korban W harus memberikan izazah terakhirnya sebagi jaminan. TD

Baca Selengkapnya

Home Renata Remaja Remaja Lulusan SMP Korban Perdagangan, Tak Bisa Pulang karena Utang

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu