Ilustrasi penganiayaan di Kalimantan Barat, Ilustrasi: Pixabay

Remaja Terbelakang Mental Dianiaya, Paman: Ponakan Saya Diseret-seret

Estimasi Baca:
Senin, 20 Ags 2018 22:55:27 WIB

Kriminologi.id - Remaja yang mengalami keterbelakangan mental bernama Ali Achmat Fiarimansyah dianiaya petugas Pengamanan Dalam atau Pamdal Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Penganiayaan yang menimpa pria berusia 20 tahun itu terjadi lantaran petugas menuduhnya mencuri uang sebesar Rp 2,4 juta. 

Paman korban bernama Junaedi, mengatakan keponakannya yang biasa disapa Ian itu menerima berbagai tindak kekerasan dari sejumlah petugas Pamdal. Awalnya Ian diseret-seret. Kemudian dipukuli sampai babak belur. 

“Keponakan saya dapat perlakuan layaknya binatang. Diseret-seret dan dipukuli sampai babak belur,” saat kata Junaedi saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Pusat pada Senin, 20 Agustus 2018.

Lebih lanjut Junaedi mengungkapkan terkait perlakuan tidak manusiawi yang diterima keponakannya itu. Selain dipukuli, sekujur tubuh Ian pun disundut rokok. Bahkan Ian ditumpahi lelehan botol plastic yang dibakar.

“Semua badannya ada sundutan rokok mas. Di pusernya juga ada sundutan rokok ada bekas lelehan botol plastik sampe kulit melepuh. Itu diperiksa sama orang forensik," lanjutnya.

Perlakuan kasar yang diterima Ian tak hanya sampai di situ. Ian pun diintimidasi dengan dipaksa mengaku mencuri uang sebesar Rp 2,4 juta saat ditangkap. Padahal, kata Junaedi, uang itu milik Ian dari hasil menabung. 

Hingga saat ini, Junaedi mengatakan, Ian masih merasa trauma akibat insiden penganiaan yang dialaminya itu. Junaedi dan pihak keluarga pun memilih melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Pusat.

“Saya cuma berharap sama polisi saja. Semoga bisa mengusut tuntas mas,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu, mengatakan pihaknya akan memeriksa pihak penyelenggara terkait penganiayaan yang menimpa Ali. Sejauh ini pihaknya sudah memeriksa tiga saksi. Namun ketiga saksi bukan dari pihak penyelenggara acara yang diperiksa.

“Rencananya (pemeriksaan). Rencananya akan diperiksa. Kita ungkap dulu satu persatu,” ujar Roma.

"Saksi sudah ada tiga, kedua orang tua dan kakaknya. Korban kan masih di RSCM ga bisa diperiksa,” katanya lagi. 

Sebelumnya, Ian dianiaya petugas keamanan penyelenggara event Flora dan Fauna (Flona)) yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kejadian penganiayaan itu diduga terjadi pada Jumat, 17 Agustus sekitar pukul 20.00 WIB di tempat acara berlangsung.

Petugas keamanan setempat pun menduga jika Ian mengalami keterbelakangan mental. Mereka pun memanggil Sudin Sos Jakarta Pusat untuk menindak lanjut kondisi Ian tersebut. 

Ian pun dibawa ke lembaga sosial di Jakarta Barat untuk ditampung sementara. Atas peristiwa ini, pihak keluarga pun resmi melaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengadukan tindakan ini.

Reporter: Walda Marison
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500