Bekas luka di tangan anak yang diduga dipukuli oknum Satpol PP. Foto: Ist/Kriminologi.id

Remaja Terbelakang Mental Korban Aniaya Pamdal Alami Trauma

Estimasi Baca:
Kamis, 23 Ags 2018 14:00:55 WIB

Kriminologi.id - Ali Achmat Fiarmansyah atau Ian (20), remaja terbelakang mental korban pemukulan oknum Pamdal dan EO acara Flona mengalami trauma. Kondisi itu membuat Ian tak mau berbicara dengan anggota keluarganya.

Hal tersebut diungkap, Sari, kakak kandung korban. Sari mengatakan, pascamengalami penganiayaan, Ian lebih banyak diam.

"Ya.. kalau seandainya kami lagi ngumpul, padahal niatnya mau ngajak Ian bercanda, mau ngajak ketawa, tapi ini ya enggak (ketawa), cuman diem aja. Paling cuman ngeliatin," ujar Sari saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018.

Menurut Sari, adiknya itu mulai tertutup dengan anggota keluarganya. Kebiasaan berjalan keliling di sekitar rumah tak lagi ia lakukan. Kata Sari, Ian lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah.

Dia menambahkan, sejak penganiayaan tersebut, Ian takut jika berada di keramaian, terutama jika dikerumuni orang. Menyadari itu, lanjut Sari, keluarganya membawa Ian ke seorang psikeater.

"Kemarin sudah ke poli syaraf RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), sudah dikontrol kemarin juga, sudah ketemu psikolog. Alhamdulillah sih sudah dibantu," kata Sari.

Sari mengatakan dia berharap kondisi adiknya bisa membaik agar dapat beraktivitas seperti biasa lagi.

Ian menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum pengamanan dalam (Pamdal) lapangan Banteng, Jakarta Pusat dan anggota Event Organizer (EO) Flona.

Ian dianiaya di Pos Pamdal karena dituding mencompet di tengah acara Flona yang diselenggarakan di Lapang Banteng itu. Akibat penganiayaan itu, Ian mengalami lebam di wajah dan luka sundutan rokok di sekujur tubuh.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu mengatakan pihaknya telah mengamankan dan menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus tersebut. Delapan tersangka ini terdiri dari EO acara Flona dan Pamdal taman Lapangan Banteng.

"Kedelapan tersangka itu berinisial AS alias Putra, HA, RFS, SN, SU alias Yusup, MR alias Rose, ANA dan D," katanya, Selasa, 21 Agustus 2018.

Kedelapan tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dan atau Pasal  351 KUHP terkait tindak pidana bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang, barang dan penganiayaan, dengan ancaman di atas lima tahun kurungan.

Reporter: Walda Marison
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500