Kampanye tolak kekerasan seksual terhadap perempuan, Foto: Antaranews.com

Remaja Usia Belasan Lakukan Seks Bebas Akibat Pengaruh Gadget

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 14:05:25 WIB

Kriminologi.id - Remaja usia belasan tahun di Provinsi Riau dilaporkan telah melakukan hubungan seks bebas. Penyebabnya adalah pengaruh kemudahan mengakses internet melalui gadget dan kurangnya kontrol dari orang tua. 

Hal tersebut diungkap Psikolog Fety Nurhidyati, dari kantor Admaveda Konsultan Pekanbaru, Senin, 23 Juli 2018. Menurut Fety, kasus tersebut ditangani berdasarkan laporan polisi yang pelakunya tertangkap basah melakukan hubungan terlarang oleh orang tua mereka atau masyarakat. 

"Banyaknya remaja di Riau berhubungan seks tanpa nikah ditemukan atas sejumlah kasus yang telah diasesmen oleh kantor Admaveda Konsultan Pekanbaru, periode Januari-Juni 2018, dan kasus ini cukup memprihatinkan," kata Fety Nurhidyati di Pekanbaru, Senin, 23 Juli 2018.

Kantor Admaveda, kata Fety, dalam kasus tersebut sering dimintai asesmen oleh para orang tua pelaku bagaimana dan mengapa tingkah laku menyimpang dari anak mereka itu bisa terjadi.

Ia menjelaskan, kasus yang cukup mengkhawatirkan juga dipicu kecanggihan tekhnologi internet yang bisa diakses anak secara bebas itu, jika dilihat per kasus dari segi mental remaja berkasus itu banyak terkontaminasi dari lingkungan. 

Selain itu, juga kontrol yang kurang dari orang tua sehingga anak tidak merasa takut berbuat dosa seperti melakukan hubungan intim dengan teman sebayanya dan menganggap perbuatan terlarang tersebut biasa saja.

"Yang telah kami asesmen, pelaku usia belasan tahun dan telah melakukan hubungan intim dengan pasangannya sebanyak 10 kali bahkan lebih dan mereka tidak merasa malu pada orang tuanya," katanya.

Berdasarkan pertanyaan yang diajukan pada mereka, katanya, saat asesmen berlangsung, pelaku mengatakan melakukannya pada malam hari, saat orang tua tertidur, mereka berani melakukannya di kamar anak perempuan atau bahkan di semak dekat kebun sawit.

Perbuatan terlarang ini sudah sangat mengkhawatirkan lebih akibat pelaku tidak tahu mana yang benar dan yang salah, kasusnya pun cukup banyak bahkan dalam satu kabupaten pihaknya melakukan asesmen yang berulang kali pada pelaku lainnya yang melakukan hubungan seks bebas itu.

Para pelaku sangat berani melakukannya, tanpa rasa takut dan ini cerminan dari kurangnya kontrol orang tua serta minimnya hubungan emosional orang tua terhadap anak-anak mereka, serta pembekalan agama yang kurang.

Anak-anak zaman teknologi canggih kini, katanya, sangat berbeda dengan dahulu. Kita zaman dulu akan malu berkata bohong dan berani meminta maaf pada orang tuanya karena telah berbuat salah.

"Beda dengan anak zaman kini, mereka malah berani melakukan perbuatan menyimpang tersebut dan tidak malu salah. Karena itu diperlukan kontrol yang kuat dari orang tua di samping tetap membekali anak dengan agama, jika agamanya bagus maka ketika keluar rumah mereka akan takut berbuat salah karena tahu itu dosa dan tidak mau mengecewakan orang tua," katanya. 

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500