Ribuan Siswa di AS Turun Berdemo, Tuntut Aturan Senjata Diperketat

Estimasi Baca :

Ilustrasi penembakan, Foto: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi penembakan, Foto: Pixabay

Kriminologi.id - Demonstrasi serempak terjadi di ratusan kota di Amerika Serikat termasuk di ibukota Washington DC menuntut pengontrolan kepemilikan senjata yang lebih ketat dalam suatu gerakan bertajuk "March For Our Lives"

Demontrasi tersebut telah berlangsung selama 2 hari berturut-turut sejak Jumat waktu setempat atau Sabtu, 24 Maret 2018 hingga Minggu, 25 Maret 2018.

Peserta demo yang didominasi oleh pelajar, mahasiswa dan anak muda yang turun ke jalan itu memenuhi jalan-jalan utama di setiap kota dengan mengusung beragam poster yang berisi tuntutan agar negara lebih peduli dengan keselamatan anak muda dari ancaman penggunaan senjata yang terlalu bebas di AS. 

Mereka menuntut para legislator di parlemen memperbarui aturan perundang-undangan yang memperketat kepemilikan dan penggunaan senjata demi melindungi masa depan anak muda AS.

Dilansir Aljazeera, aksi tersebut diperkirakan diikuti oleh ribuan orang. Edna Chavez, seorang pelajar yang berasal dari Los Angeles yang turut ambil bagian dalam demonstrasi besar-besaran tersebut pada Sabtu waktu setempat atau Minggu, 25 Maret 2018.

"Aku seorang yang selamat," kata Edna.

Edna menuturkan selama hidup di bagian selatan Los Angeles telah kehilangan beberapa orang yang dicintai karena kepemilikan senjata yagn terlalu bebas. Ia berbicara tentang kematian saudara laki-lakinya, Ricardo Chavez yang terbunuh oleh tembakan peluru saat duduk di bangku sekolah menengah.

Aksi massa besar-besaran yang didominasi oleh anak muda dalam satu dekade terakhir di AS ini dipicu oleh penembakan massal yang menewaskan 17 siswa di Marjory Stoneman Douglas High School, sebuah SMA yang berada di negara bagian Florida pada Februari lalu. 

Para siswa dan pelajar di bawah bendera #NeverAgain menuntut agar Kongres mengeluarkan undang-undang yang melarang kepemilikan senjata api, menghentikan penjualan magasin dalam jumlah tinggi untuk membatasi akses ke amunisi, dan memperketat pemeriksaan latar belakang bagi mereka yang memiliki senjata api.

"Tidak ada agenda politik yang lebih penting daripada perundang-undangan yang tepat waktu untuk secara efektif mengatasi masalah kekerasan senjata yang merajalela di negara kami," tulis website March for Our Lives.

Aksi massa yang dijadwalkan berlangsung serempak di 700 kota di seluruh AS dengan estimasi 10.000 orang akan bergabung ini mendapat dukungan dari 37 negara lain yang juga akan melakukan aksi serupa termasuk Kanada, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara di Eropa.

Sebelum aksi massa besar-besaran oleh siswa dan kaum muda ini, sekitar 3.000 sekolah di seluruh AS telah terdaftar untuk ikut serta dalam aksi "Enough! National School Walkout" sebagai protes kepada Presiden Donald Trumph.

Aksi penembakan brutal di sekolah sering terjadi di AS. Data yang dilansir Gun Violence Archive mencatat ada 49 penembakan massal di AS sepanjang 3 bulan di awal tahun 2018 ini yang menyebabkan sekitar 500 anak muda usia antara 12 hingga 17 tahun kehilangan nyawa.

Baca Selengkapnya

Home Renata Remaja Ribuan Siswa di AS Turun Berdemo, Tuntut Aturan Senjata Diperketat

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu