Suasana rumah Fahturosi Delpiero korban tawuran pelajar di Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Sebelum Tewas Tawuran, Delpiero Dimarahi karena Pulang Pagi

Estimasi Baca:
Selasa, 14 Ags 2018 20:05:46 WIB

Kriminologi.id - Fahturosi Delpiero, pelajar yang tewas akibat sabetan senjata tajam saat tawuran di Jembatan Tol Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, sempat dimarahi Dwimastuti kakak dari ibu kandungnya karena pulang pagi.

Pelajar SMK Rahayu Mulyo tewas terlibat tawuran pada pada Senin, 13 Agustus 2018 malam. 

“Alasannya mau minjam jaket ke temannya. Saya bilang kaya tidak ada hari dan jam lain saja sampai pulang pagi,” kata Dwimastuti saat ditemui Kriminologi.id di rumahnya di Jakarta pada Selasa, 14 Agustus 2018.

Ketika dimarahi, kata Dwimastuti, Adel segera meminta maaf sembari mencium tangannya. Sikap Adel yang demikian, menurut Dwi, cukup aneh.

Pasalnya, sebelumnya Adel tak pernah bersikap seperti itu ketika sedang dimarahi. Hanya, ketika itu Dwimastuti segera memerintahkan Adel untuk segera menunaikan salat Subuh. 

“Saya suruh salat Subuh, dia langsung pergi mengambil wudu,” katanya.

Usai salat Subuh, selanjutnya Adel bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Tak lama ia berpamitan untuk berangkat. Ketika itu tak ada yang aneh dari sikap Adel.

Namun, kata Dwi, wajah Adel tampak berbeda sejak dirinya memarahinya. Hingga malam harinya, sekitar pukul 20.00 WIB, Dwimastuti tiba-tiba mendapat kabar mengejutkan dari RS Polri.

Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa Adel sudah mangkat. Adel meninggal dunia karena terlibat tawuran. “Gak nyangka saja. Pas jam 20.00 WIB dari RS Polri ngabarin ke rumah kalau Adel udah gak ada,” kata Dwimastuti.

Usai mendapat kabar itu, Dwi bergegas memberitahu ayah korban bernama Heru yang tinggal di daerah Ciracas. Bersama ayahnya Adel, Dwimastuti langsung bergegas ke RS Polri untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. 

Setibanya di RS Polri, pihak keluarga korban tidak mendapat kepastian terkait tewanya Adel. Namun, berdasarkan data RS Polri, terdapat anak sekolah bernama Fahturosi Delpiero yang tewas akibat tawuran.

"Saya diribetin pas mau liat jenazah, mau liat aja untuk mastiin ini benar Fahturosi apa bukan itu susah, Hingga pukul 23.00 WIB baru dibolehin liat, itu juga dari foto dan ternyata benar Adel," katanya.

Mengetahui Adel yang jadi korban, keluarga mengaku pasrah dengan musibah tersebut. Jenazah Adel dikebumikan di TPU Susukan, Ciracas, Jakarta Tmur, pada Selasa, 14 Agustus 2018 sekitar pukul 11.00 WIB.

Dwimastuti berharap para pelaku pembunuhan keponakannya bisa segera ditangkap. “Hukum dengan sesuai aturan yang berlaku. Misalkan dapat hukuman 5 tahun, ya 5 tahun. Jangan nanti 1 tahun penjara bebas, jangan begitu,” kata Dwi 

Sebelumnya, tawuran antar pelajar SMK Rahayu Mulyo dan SMK Respati terjadi di Jembatan Tol Jalan Mayjen Sutoyo, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Senin, 13 Aguatus 2018 pukul 19.00 WIB.

Satu pelajar bernama Fahturosi Delpiero tewas setelah sabetan celurit merobek paha kriinya. Tidak hanya korban tewas, terdapat empat korban luka-luka yaitu bernama Daud Jordan, Yohanes dan Budi Akbar dari SMK Rahayu Mulyo.

Sedangkan satu pelajar SMK Respati mengalami luka-luka. Para korban kini dirawat di RS UKI dan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500