Ilustrasi pencabulan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Siswi SMP di Surabaya Korban Pemerkosaan Sempat Diancam Pakai Pisau

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Jul 2018 16:55:18 WIB

Kriminologi.id - Siswi SMP asal Surabaya Jawa Timur berinisial FA (14) menjadi korban pemerkosaan dua pemuda di daerah Bangkalan, Madura. 

Pelaku pemerkosaan mengancam FA dengan senjata tajam pisau yang disimpan di bawah bantal sebelum melakukan aksi bejatnya itu. 

Adalah LK (23) warga Dusun Gu'nang, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh dan AD (22) warga Dusun Duko, Desa Banjar, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, dua pelaku pemerkosaan terhadap siswi SMP itu.

Pemerkosaan pertama dialami FA yang dilakukan pelaku LK di rumahnya. Kemudian disusul oleh AD di tempat yang berbeda. 

Kasubag Humas Polres Bangkalan, AKP Bidaruddin membenarkan kejadian tersebut dan menceritakan kronologis kejadian.

Kejadian itu berawal saat Kamis, 12 Juli 2018, korban berangkat ke sekolahnya di Surabaya. Sesudahnya ia bermain dengan temannya ZL di Banyubiru, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. 

FA dibonceng seseorang berinisial AZ menuju bukit kapur Jeddih, Bangkalan.

Bidaruddin mengatakan, tiba di bukit kapur, korban dipaksa minum alkohol oleh AZ, namun korban menolak dan lari bersembunyi. 

"Selanjutnya korban bertemu dengan pelaku dan diajak ke rumahnya, namun korban tidak mau tapi pelaku mengiming-imingi akan mengantarkan pulang ke Surabaya, akan tetapi pelaku membawa korban mampir ke rumahnya," ujar Bidaruddin, Selasa, 17 Juli 2018, dikutip beritajatim.com.

Bidaruddin menuturkan, sesampai di rumah, pelaku membawa korban ke kamarnya. Saat meraba di bawah bantal, terdapat sebuah senjata tajam sehingga korban ketakutan. Pelaku menyuruh diam dan memperkosa korban.

"Tak sampai di situ saja, korban kemudian dibawa ke Surabaya oleh pelaku untuk membeli HP, setelah sampai di Surabaya korban dibawa ke klub dan diberi minuman keras oleh pelaku," katanya.

Saat di Surabaya, korban bertemu AD dan di bawa pulang ke rumahnya. Di sana korban kembali disetubuhi AD.

Akibat perbuatan kedua pemuda tersebut, keluarga korban melaporkan ke pihak kepolisian dan berhasil menciduk para tersangka di salah satu warung di perempatan jalan raya Tangkel, Kecamatan Burnih, Bangkalan.

"Akibat perbuatanya, kedua tersangka terancam dijerat pasal 81 ayat 1 dan 2 UU No. 17 tahun 2016 tentang penetapan PP no. 11 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak UU jo pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: beritajatim.com
KOMENTAR
500/500