Suasana rumah Fahturosi Delpiero korban tawuran pelajar di Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Sosok Fahturosi Delpiero, Anak Pendiam yang Nakal karena Salah Gaul

Estimasi Baca:
Selasa, 14 Ags 2018 17:00:20 WIB

Kriminologi.id - Fahturosi Delpiero (18), merupakan sosok anak pendiam dan tidak pernah neko-neko. Kedua orang tuanya berpisah sehingga sejak usia 7 tahun Delpiero tinggal bersama Dwimastuti, kakak dari ibu kandungnya.

Hingga masuk SMP, Delpiero tinggal di Jalan Santex RT 15 RW 03, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Delpiero tumbuh dan besar sebagai anak pendiam. Hanya saja, saat beranjak naik kelas dua SMP Delpiero salah gaul dan mulai bergabung dengan geng di sekolahnya. Sejak itu, perilaku Delpiero mulai berubah.  

“Dari gengnya Adel, hanya Adel yang bisa naik sekolah karena masih dalam batas wajar. Teman-temannya tidak naik kelas saat itu,” kata Dwimastuti.

Siswa kelas 2 SMK Rahayu Mulyo bernama Fahturosi Delpiero (18) tewas setelah terlibat tawuran dengan pelajar SMK Respati di Jembatan Tol Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur pada Senin, 13 Agustus 2018 sekitar pukul 19.00 WIB.

Dwimastuti mengenang sejak usia 7 tahun Adel tinggal bersama dirinya semenjak ayah dan ibunya berpisah. Bersama Dwimastuti, Adel tumbuh besar sebagaimana anak-anak pada umumnya hingga remaja.

Mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, sikap Adel perlahan berubah ketika menginjak kelas 2 hingga kelas 3 SMP.

Ketika itu Adel sudah mulai berani membolos. Bahkan Adel beberapa kali ketahuan bolos sekolah. 

Sikap Adel ini, menurut Dwimastuti, karena salah memilih teman bergaul di sekolah. Setelah tamat SMP Adel memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK.

Sejak berstatus siswa SMK, pergaulan Adel semakin parah. Adel mulai ikut-ikutan nongkrong.

Tak jarang pula, ia kerap pulang tidak tepat waktu selepas pulang sekolah. Selain itu, Adel juga lebih sering merokok.

"Kalau ngerokok pasti di luar rumah ya, tapi kalau di rumah dia tidak akan berani sama saya kan takut. Kalau di lingkungan rumah dia anaknya baik tak neko-neko,” kata Dwi.

Adel dinyatakan tewas pada Senin, 13 Agustus 2018 setelah terlibat tawuran antar pelajar di Jembatan Tol Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur. Dwimastuti mendapat kabar tewasnya Adel pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB dari pihak RS Polri 

“Gak nyangka aja, pas jam 20.00 WIB dari RS Polri ngabarin ke rumah kalau Adel udah gak ada, meninggal karena terlibat tawuran,” kata Dwimastuti.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500