Ilustrasi pembacokan. ilustrasi: Kriminologi.id

Tawuran Pelajar di Sukabumi, Satu Siswa Terluka Akibat Senjata Tajam

Estimasi Baca:
Selasa, 14 Ags 2018 16:05:09 WIB

Kriminologi.id - Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taman Siswa Kota Sukabumi, Jawa Barat menjalani perawatan intensif di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD R Syamsudin SH. Korban yang berinisial RM dianiaya mengguanakan senjata tajam oleh pelajar dari sekolah lain, Senin, 13 Agustus 2018.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka robek di kepala dan tangan.

"Kami sudah menerima laporan dari keluarga korban dan saat ini kasusnya sudah dalam penanganan. Pelakunya masih kami cari," kata Kapolsek Cikole Kompol Musimin di Sukabumi, Selasa, 14 Agustus 2018.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan pembacokan tersebut terjadi pada Senin, 13 Agustus 2018, sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya hendak naik angkutan kota di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikole.

Namun tiba-tiba dari arah belakang, muncul gerombolan pelajar dari sekolah lain yang menyerang pelajar berusia 17 tahun tersebut dengan menggunakan senjata tajam. Melihat ada serangan mendadak, korban dan rekannya langsung mencoba melarikan diri. 

Namun dalam cerita berbeda menyebutkan, korban saat kejadian berada di dalam angkutan perkotaan (Angkot) jurusan Sukabumi - Sukaraja. Kendaraan itu tiba tiba kendaraan dihadang puluhan pelajar dari sekolah lain.

Korban yang berada di dalam kendaraan itu sendirian kemudian terpojok. Dia sempat mencoba menepis sabetan senjata tajam hingga mengakibatkan luka pada pergelangan tangan Korban.

Akhirnya, pelajar tersebut terkapar dan warga yang melihat kejadian itu langsung membantunya serta dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk menjalani perawatan.

Akibat bacokan tersebut, korban mengalami luka robek di kepala dan harus dijahit, ada delapan jahitan, sedangkan di tangan ada lima jahitan. Hingga saat ini korban masih menjalani perawatan intensif.

"Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan dalam waktu dekat meminta keterangan dari korban untuk memudahkan menangkap oknum pelajar yang membacok tersebut," ujar Musimin.

Sementara, orang tua korban Endad Maulana mengatakan pihaknya sudah melaporkan kasus pengeroyokan dan pembacokan itu, bahkan informasi dari anaknya, saat dibacok senjata tajam tersebut sempat menempel di kepalanya dan dilepas sendiri.

Namun setelah dilepaskan dari kepalanya senjata itu direbut kembali oleh oknum pelajar lainnya dan kembali dibacokkan kepada anaknya. "Kami berharap pelaku bisa segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," katanya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500