Lokasi Tawuran Pelajardi Jembatan Tol Jalan Mayjen Sutoyo. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Tawuran Pelajar Tewaskan Siswa, Polisi Periksa Dua Teman Delpiero

Estimasi Baca:
Rabu, 15 Ags 2018 11:56:14 WIB

Kriminologi.id - Polisi mendalami kematian Fahturosi Delpiero (18), korban tewas akibat tawuran antarpelajar di Jembatan Tol di Jalan Mayjen Sutoyo, Kampung Makasar, Jakarta Timur. Polisi memeriksa dua saksi terkait kasus tersebut.

"Dua saksi yang kami periksa yaitu pelajar yang terlibat tawuran ketika kejadian berlangsung," kata Kapolsek Makasar, Kompol Lindang Lumban saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018.

Lindang mengatakan, saksi ini diperiksa untuk mencari pelaku pembacok Delpiero. Namun ia tidak menjelaskan apakah kedua saksi ini mengetahui sosok pelaku.

"Nanti kita akan sampaikan ya kalau sudah semua," katanya.

Lokasi tawuran yang menewaskan Delpiero di Jembatan Tol Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, arah ke Pusat Grosir Cililitan (PGC) memang kerap dijadikan tempat tawuran saban sore.

Warga menduga tawuran yang terjadi antar pelajar SMK Rahayu Mulyo dengan SMK Respati pada Senin, 13 Agustus 2018 malam itu seperti sudah direncanakan. Sebab, ia melihat satu kelompok pelajar sekitar 20 orang sedang berkumpul tidak jauh dari lokasi kejadian sekitar pukul 17.30 WIB.

“Yang dibawahnya (ke arah PGC) itu sudah ada lawannya lagi pada nongkrong juga yang satu kelompok di dekat jembatan juga sama. Udah pada janjian kelihatannya,” katanya Edi, warga sekitar.

Sebelumnya, tawuran antarpelajar dari SMK Rahayu Mulyo dengan SMK Respati terjadi di Jembatan Tol Jalan Mayjen Sutoyo, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Senin, 13 Agustus 2018 pukul 19.00 WIB.

Fahturosi Delpiero menjadi korban dalam peristiwa itu. Ia tewas kehabisan darah setelah terkena bacokan dibagian paha kirinya.

Sementara empat korban luka-luka yaitu Daud Jordan, Yohanes dan Budi Akbar dari SMK Rahayu Mulyo sedangkan satu orang pelajar SMK Respati kini dirawat di RS UKI dan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.  

Fahturosi Delpiero (18), merupakan sosok anak pendiam dan tidak pernah neko-neko. Kedua orang tuanya berpisah sehingga sejak usia 7 tahun Delpiero tinggal bersama Dwimastuti, kakak dari ibu kandungnya. Hingga masuk SMP, Delpiero tinggal di Jalan Santex, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Delpiero tumbuh dan besar sebagai anak pendiam. Hanya saja, saat beranjak naik kelas dua SMP Delpiero salah gaul dan mulai bergabung dengan geng di sekolahnya. Sejak itu, perilaku Delpiero mulai berubah.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500