Ilustrasi tawuran. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Tawuran SMA di Kendari, Mantan Siswa Menyusup Bawa Busur Panah

Estimasi Baca:
Sabtu, 8 Sep 2018 09:05:14 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak 50 siswa diamankan polisi saat terjadi tawuran antarpelajar SMA di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat, 7 September 2018. Mereka bahkan mempersenjatai diri dengan busur panah.

Tiga SMA yang terlibat tawuran yakni,  SMU 4 Kendari, SMKN 1 Kendari dan SMKN 2 (dulu STM) Kendari. Tiga sekolah ini terletak berdekatan yakni di ruas jalan utama Kota Kendari, tepatnya di Jalan Ahmad Yani.

"Siswa yang diamankan di Mapolres Kendari sebagai pembinaan dan pendalaman mengungkap motif ancaman tawuran siswa antarsekolah di Kota Kendari. Bagi oknum yang melakukan perbuatan memenuhi unsur terjadinya tindak pidana akan menjalani proses hukum lebih lanjut," kata kata Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi di Kendari, Jumat, 7 September 2018.

Menurut Jemi, dari 50 siswa yang diamankan, ada seorang remaja yang sudah tak bersekolah lagi, yakni berinisial SAP (18). Saat ditangkap, ia kedapatan mempersenjatai diri dengan busur (senjata tradisional) yang diduga akan digunakan tawuran antarsiswa.

SAP yang diketahui pernah terdaftar sebagai siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Kendari.

"Berdasarkan pendalaman penyidik, remaja SAP yang menyimpan busur dibawah jok sepeda motor pernah terdaftar sebagai siswa SMK 1 Kendari (dulu STM) namun tidak sampai menamatkan diri," ujar dia.

Remaja di Lorong Mekar Kendari itu terancam melanggar pasal 2 ayat 1 undang-undang (UU) darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas dugaan membawa senjata penikam, atau senjata penusuk dengan pidana penjara maksimal 10 tahun.

Di sisi lain, Humas SMU 4 Kendari Liyu mengajak pihak sekolah setingkat SMU/SMK se-Kota Kendari agar menyikapi dengan bijak ancaman tawuran siswa antarsekolah tersebut.

"Seluruh siswa mesti diperlakukan sebagai anak para guru dimana pun mengajar, sehingga tidak ada kesan mempersalahkan dan membenarkan siswa atau sekolah satu dengan yang lain," kata Liyu.

Ia mengharapkan aparat kepolisian bertindak tegas terhadap oknum yang mencedari keharmonisan siswa antarsekolah maupun para guru yang terjalin baik selama ini.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500