ilustrasi wanita. Foto: Ist/Kriminologi.id

Aksi Wanita Bunuh Diri di Tengah Pantai Gagal Usai Dibuntuti Temannya

Estimasi Baca:
Jumat, 29 Jun 2018 14:55:36 WIB

Kriminologi.id - Aksi wanita muda bunuh diri dengan menceburkan diri ke tengah Pantai Panjang, Bengkulu, gagal setelah dibuntuti teman kosnya. 

Wanita muda berinisial DI (18), yang menenggelamkan dirinya di Pantai Panjang, Bengkulu, Kamis, 28 Juni 2018 berhasil dievakuasi polisi yang mendapatkan laporan dari teman yang menguntitnya. 

Aksi bunuh diri ini dipicu karena persoalan asmara. Empat polisi yang melihat tubuh DI terseret obak langsung melakukan pertolongan.

Saat itu, DI hanya terlihat kepalanya berhasil diselamatkan ke pinggir pantai oleh polisi yang berjaga di pos pantai tersebut. 

Berdasarkan pengakuan Mi, teman DI, aksi bunuh diri yang dilakukan temannya ini buka yang pertama. Sebelumnya, DI sempat mencoba menyayat tangannya dengan pecahan botol di dalam rumah kos. 

Namun niat mengakhiri hidupnya secara singkat ini ketahuan temannya yang langsung mendobrak pintu kosnya tersebut. 

Pada aksi bunuh diri keduanya ini, DI berlari kencang ke arah pantai hingga menceburkan diri. Aksinya itu lagi-lagi dibuntuti oleh temannya yang langsung melaporkan ke petugas yang berada di pos polisi pantai. 

Polisi yang menerima laporan itu segera menghampiri pelaku yang kondisinya sudah terseret ombak. 

"Saat dia nyebur ke pantai saya langsung lapor dengan polisi yang ada di pos polisi," kata Mi rekan korban seeprti dilansir bengkuluekspres.com.

Saat disinggung masalah apa yang membuat korban nekat bunuh diri, rekan korban hanya mengatakan kemungkinan besar masalah asmara dengan sang kekasih.

"Dia tidak cerita banyak dengan kami, tetapi kemungkinan karena masalah asmara,” imbuh rekan korban.

Korban yang sempat lemas setelah berlari, kemudian menceburkan diri ke tengah pantai. Setelah dievakuasi polisi, korban dibawa terlebih dulu ke pos polisi Pantai Panjang. 

Setelah terlihat sedikit tenang, korban kemudian diajak pulang ke rumah kos didampingi temannya.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500