Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Bapak Korban Perdagangan Orang Nangis, Tanpa KTP Anak Bisa Sampai Cina

Estimasi Baca:
Senin, 30 Jul 2018 20:10:42 WIB

Kriminologi.id - Wanita berinisial MRD salah satu korban perdagangan orang dengan modus kawin kontrak di Cina ternyata diiming-imingi janji manis bekerja sebagai Sales Promotion Girl atau SPG kosmetik di Jakarta. 

Nurhidayat, bapak korban terkesiap karena anaknya belum memiliki Kartu Tanda Penduduk atau KTP tapi sudah bisa sampai Cina.

Nurhidayat mengetahui anaknya yang masih di bawah umur itu berada di Cina setelah MRD menghubungi melalui telepon 10 hari usai meninggalkan rumah.

“Setelah menjelang 10 hari, anak saya telepon nangis-nangis dari Cina. Aku kaget anak di bawah umur, KTP belum punya, tanpa ijin orang tua, dia bisa pergi ke Cina. Apalagi dengan alasan dia ingin dinikahkan kontrak. Sekarang masih di Cina. Masih disekap,” kata Nurhidayat di Gedung Kementerian Luar Negeri di Jakarta, pada Senin, 30 Juli 2018. 

Nurhidayat, mengatakan anaknya turut menjadi korban perdagangan orang karena awalnya bertemu dengan Thjiu Djiu Djun alias Vivi binti Liu Chiu Syin. Kepada Nurhidayat, Vivi berupaya meyakinkan dirinya agar tak perlu khawatir dengan anaknya selama bekerja di Jakarta.

“Bapak tak usah khawatir. Anak bapak kerja baik-baik. Bukan kerja yang haram-haram. Nah, aku kan percaya dia (Vivi) bilang begitu,” kata Nurhidayat.  

Nurhidayat mengatakan, anaknya yang putus sekolah dari bangku SMP tersebut keluar dari rumah pada 24 Mei 2018. Hingga saat ini, MRD masih berada di Cina sebagai istri seseorang. Namun demikian, perlakuan suaminya tak layak karena sering mendapat perlakuan kasar.  

MRD diketahui hanya salah satu dari lima orang yang menjadi korban perdagangan orang yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat. Diketahui, masih ada 4 orang lainnya. Mereka masing-masing berinisial Y (28), DF (26), VN (20), CEP (23).

Merespon kejadian ini, Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mendampingi kelima keluarga korban membuat laporan ke Direktorat Perlindungan WNI dan Perlindungan Indonesia.

Dia berjanji bakal turun langsung ke Cina bila diperlukan.

“Ini tindak lanjut saja. Dari sisi aspek pidana sudah ditangani Polda Jabar. Kemudian ke Kemenlu untuk mendorong percepatan advokasi agar bisa menembus ke kepolisian Cina. Melalui pendekatan jalur ini, keinginan kita mereka bisa pulang ke Indonesia,” kata Dedi. 

“Kita tunggu perkembangan yang ada di sini. Kalau memang diperlukan harus ke sana, ya kita berangkat ke sana,” tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah tersangka sudah ditahan di Polda Jabar terkait kasus perdagangan orang tersebut. Para pelaku yang ditangkap di antaranya Thjiu Djiu Djun alias Vivi Binti Liu Chiung Syin yang berperan sebagai perekrut. 

Kemudian Yusuf Halim alias Aan sebagai perekrut dan warga Tiongkok bernama Guo Changshan sebagai perantara di Indonesia ke Tiongkok. TD

Reporter: Walda Marison
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500