Wanita Penumpang Grab Bike Tewas Dijambret di Cempaka Putih. Foto: Ist/Kriminologi.id

Buru Penjambret Warsilah, Polisi Sebar Anggotanya Berpakaian Preman

Estimasi Baca:
Selasa, 3 Jul 2018 20:45:13 WIB

Kriminologi.id - Pria pengendara motor Suzuki Satria berjaket merah yang menjambret Warsilah di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, hingga berujung tewas sampai saat ini masih diburu. Untuk menangkap pelaku, pihak kepolisian turut mengerahkan anggotanya yang berpakaian preman. 

Kepala Kepolisian Sektor Cempaka Putih, Komisaris Polisi Rosiana Nurwidajati, mengatakan pihaknya masih memburu pelaku penjambretan yang menewaskan Warsilah. Pihaknya sudah menyebar sejumlah polisi berpakaian preman atau intel di sejumlah titik.

“Kami sudah cari sejak hari Minggu (1 Juli 2018). Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. Kalau ada masyarakat yang mengetahui ciri-cirinnya agar segera memberi tahu,” kata Rosiana kepada Kriminologi.id di Jakarta pada Selasa, 3 Juli 2018.

Menurut Rosiana, dirinya hafal betul karakter pelaku penjambretan. Meski aksi yang dilakukannya telah merenggut korban jiwa, pelaku cenderung tak peduli. Penjambret tersebut bakal kembali melancarkan aksinya setelah beberapa lama kemudian. 

“Biasanya kalau penjambret itu cepat mengubah ciri-ciri kendaraannya, kendaraan diganti baru, kemudian main lagi,” kata Rosiana.

Warsilah yang merupakan seorang pekerja toko di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, menjadi korban penjambretan saat menumpang ojek online. Warsilah dijambret ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat saat hendak pergi bekerja.

Dalam tayangan video rekaman CCTV, Warsilah dijambret tepat beberapa meter sebelum melewati batas separator percabangan Jalan Ahmad Yani. Tanp diketahui korban, secara tiba-tiba pelaku mendekatinya dari sisi kanan. Kemudian langsung menjambretnya.

Ketika dijambret, Warsilah berusaha mempertahankan tas yang dibawanya. Nahas, wanita yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan itu justru terpental dari motor ojek online yang ditumpanginya.

Warsilah kemudian mengalami benturan keras di area bagian hidung dan telinganya. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kemayoran. Namun, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Jenazah Warsilah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pihak keluarga korban langsung membawa jenazah Warsilah ke Semarang, Jawa Tengah untuk dikebumikan. Warsilah diketahui meninggal setelah neneknya yang berada di Semarang juga wafat dua hari sebelumnya.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
KOMENTAR
500/500