Identitas polwan yang ditemukan tewas bunuh diri di Perumahan Cipta Asri Tahap I, Tembesi, Sagulung, Kepri. Foto: Ist/Kriminologi.id

Curhatan Polwan Gantung Diri ke Suami, Depresi Bertugas Jadi Reserse

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 19:05:11 WIB

Kriminologi.id - Anggota polisi wanita atau Polwan Brigadir Maria Magdalena tewas bunuh diri di rumahnya di Blok F Cipta asri tahap I, Sagulung, Batam, Rabu, 25 Juli 2018.

Anggota yang  berdinas di Satuan Reserse Kriminal Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Polsek Batu Aji itu ditemukan tewas dengan leher terikat kabel terikat ke kayu tangga rumahnya.

Kesaksian suaminya, Togar, sebelum tewas istrinya sempat mengeluh soal pekerjaannya. Maria depresi sejak bertugas di Unit PPA Satreskrim Polsek Batu Aji.

"Pada saat di TKP (tempat kejadian perkara), suami korban menyampaikan kepada Kapolsek Batu Aji bahwa korban sudah tidak mau berdinas di Unit PPA dan sudah mengalami depresi akibat berdinas di bagian tersebut," kata polisi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

Kematian tragis Brigadir Maria membuat suami dan warga sekitar tak percaya. Wanita berusia 32 tahun itu ditemukan tewas pertama kali suaminya itu.

Dian Aritonang, pembantu rumah tangga mengatakan kepada polisi, awalnya Togar keluar sekitar pukul 19.30 WIB untuk menjenguk istri dari rekannya di rumah sakit. Saat Togar keluar, Dian memilih tidur.

Namun, begitu tiba, sekitar pukul 22.30 WIB, pria itu berteriak hingga pembantunya terbangun. Saat itulah Dian melihat jika Maria ditemukan tergantung di tangga rumah.

Kepolisian mengatakan, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi leher terikat kabel warna merah yang diikat ke kayu pegangan tangga lantai dua rumah mereka.

"Korban ditemukan dengan kondisi lidah terjulur keluar, menggunakan kaos warna abu-abu dan celana pendek warna putih dan kaki mengganjal lantai," kata polisi.

Polisi yang mendatangi lokasi telah mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk diautopsi. 

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500