Pixabay.com

Denis Bersenjatakan Batu Saat Perkosa Pembantu di Kompleks TNI AL

Estimasi Baca:
Kamis, 31 Mei 2018 16:00:08 WIB

Kriminologi.id - Riki Richardo alias Denis (21) mempersenjatakan diri pakai batu besar dalam melancarkan aksinya melakukan pemerkosaan sekaligus perampokan terhadap seorang pembantu rumah tangga berinisial M (34) di salah satu rumah yang berada di Kompleks TNI AL Rawa Bambu, Jakarta Selatan. 

Menurut pengakuan korban M yang melapor ke Polsek Pasar Minggu, batu yang dibawa pelaku tersebut digunakan untuk mengancam korban. Dengan begitu, permintaan pelaku kepada korban untuk berhubungan intim bisa dituruti. 

“Pelaku mengancam akan memukuli korban menggunakan batu jika permintaan untuk berhubungan badannya ditolak,” kata Kapolsek Pasar Minggu, Komisaris Harsono, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Mei 2018.

Harsono mengatakan, korban M memang sempat diancam akan dipukuli pakai batu. Batu tersebut disimpan Denis di salah satu kantung pakaiannya. Saat disinggung asal batu yang digunakan Denis saat beraksi, Harsono mengaku belum bisa memastikan hal itu. 

Sebab, kata Harsono, saat ini pihaknya masih mendalami keterangan Denis yang telah ditangkap polisi terkait muasal narkotika jenis sabu-sabu yang didapati di kantong celananya saat ditangkap pada Senin, 28 Mei 2018.

Meski demikian, Harsono menduga batu itu berasal dari halaman rumah majikan korban. Sebab, di setiap sudut bahkan di seluruh halaman itu terdapat batu-batu yang digunakan sebagai pijakan dan dapat dengan mudah diambil oleh Denis. 

"Itu belum kami tanyakan ya, kemungkinan bisa dari halaman atau dari luar," kata Harsono.

Sebelumnya diberitakan, Denis nekat memperkosa disertai perampokan terhadap seorang pembantu rumah tangga berinisial M di Kompleks TNI AL, Jakarta Selatan, Sabtu 26 Mei 2018. Polisi menangkap pelaku beberapa hari kemudian di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sayang, Denis harus ditindak tegas lantaran mencoba melawan saat hendak ditangkap. TD

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500