Rumah korban penganiayaan anak kandung di Ciracas Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Dihajar Besi oleh Anak Kandung, Opung Ternyata Guru Agama

Estimasi Baca:
Kamis, 24 Mei 2018 14:30:01 WIB

Kriminologi.id - Kasus penganiayaan yang dilakukan Rolis terhadap ibu kandungnya RS diduga karena tidak diberi uang jajan sebesar Rp 10 ribu. Kasus tersebut ternyata membuat gempar warga di Jalan Taruna Jaya, Kelurahan Cibubur, Ciracas Jakarta Timur. Pasalnya, menurut warga keluarga tersebut sebelumnya terlihat wajar.

Kriminologi.id yang mendatangi kawasan tersebut mendapati rumah RS atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Opung, dalam keadaan terkunci. Di rumah itu terdapat dua sepeda motor milik RS yang masih terparkir di rumah itu.

Menurut tetangga sekitar, Opung tinggal bersama dengan anak perempuanya berinisial RV (8) dan anak laki-lakinya bernama  Rolis (19) yang baru lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sementara suaminya sudah meninggal dua tahun lalu.

Ketiganya sudah tinggal di rumah tersebut sejak tiga tahun lalu. Opung hanya menempati rumah itu pada hari Sabtu dan Minggu usai bekerja sebagai guru agama di sebuah Sekolah Dasar di daerah Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Kondisi keluarga Opung merupakan keluarga yang berkecukupan. Hal itu terlihat dari rumah yang ditempati Opung yang cukup bagus serta sebuah mobil yang baru dibelinya.

Selama tiga tahun tinggal di kawasan itu, di mata warga sekitar Opung merupakan seorang sosok guru yang ramah dan sering menyapa tetangga. Sama seperti ibunya, Rolis juga dikenal sebagai anak yang ramah.

"Orangnya sopan selalu senyum aja kalau ketemu, ngobrol juga kadang-kadang, karena dia juga sibuk jadi jarang ketemu, paling ketemu Sabtu sama Minggu, karena dia ngekos di Jakarta Utara sana, anaknya juga sama, baik kok," kata Tika warga sekitar kepada Kriminologi.id, Kamis, 23 Mei 2018 siang.

Menurut Tika, warga memang kerap mendengar percekcokan antara Rolis dan Opung, namun warga menilai percekcokan dianggap wajar.

"Kadang berantem, anaknya diomelin, Rolis juga ngomel, tapi kan keliatannya wajar-wajar aja, kadang anak sama ibu suka bertengkar kaya gitu, tapi gak nyangka sampai seperti ini," kata Tika.

Sementara itu terkait penganiayaan yang dilakukan Rolis kepada ibunya itu warga tidak banyak mengetahui.

"Gak tau gara-gara apa, kita tahunya Opung udah berdarah aja," katanya.

Menurut Tika, kejadian penganiayaan diketahui warga setelah RV keluar dari rumah dan berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan Tika dan warga lainnya langsung mendatangi lokasi.

"Itu ibu berdarah, langsung masuk ke dalam ternyata bener, ibunya ada di kamar mandi wajah penuh darah, Rolis masih ada langsung diamanin," kata Tika.

Melihat Opung terkapar, warga langsung mengangkat Opung yang saat itu dalam keadaan lemas dengan wajah penuh darah untuk dibawa ke Rumah Sakit.

"Sekarang di RS Polri masih dirawat, saya gak tau di ruangan mana, warga belum ada yang jenguk juga," kata Tika.

Sementara Rolis telah ditahan di Mapolrestro Jakarta Timur. Rolis langsung ditangkap warga kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak bernama Rolis tega memukuli RS ibu kandungnya sendiri dengan menggunakan besi. Pelaku geram karena tidak diberi uang jajan sebesar Rp 10 ribu oleh ibunya.

Peristiwa tersebut terjadi rumah RS di Jalan Taruna Jaya, Kelurahan Cibubur Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu, 20 Mei 2018, sekitar pukul 16.00 WIB. 

Awalnya, Rolis meminta uang kepada ibunya sebesar Rp 10 ribu, namun tak diberikan. Penolakan itu membuat pelaku meradang. Tiba-tiba pemuda itu mengambil sepotong besi kemudian memukulkan kepala ibunya. Tidak hanya memukul kepala ibunya, Dia juga mencekik leher korban.

Emosi Rolis tak hanya sampai di situ. Tak puas memukul dan mencekik leher ibunya, Rolis kemudian menyeretnya ke dalam kamar mandi dalam kepala berlumuran darah. AS

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500