Wanita berinisial CEP korban perdagangan orang. Foto: Ist/Kriminologi.id

Dijual ke Warga Cina Rp 400 Juta, Janda Muda Cuma Dapat Rp 10 Juta

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 13:57:23 WIB

Kriminologi.id - CEP (23), salah seorang korban perdagangan orang dengan modus kawin kontrak ke Cina dijual dengan harga Rp 400 juta. Apesnya, wanita asal Purwakarta, Jawa Barat ini hanya mendapat Rp 10 juta dari agen penyalurnya. Itu pun dibayar dengan cicilan.

Nasib CEP ini diungkap Yuni (48) yang merupakan bibi CEP. Awalnya, CEP berniat untuk mengadu nasib sebagai tenaga kerja ke Cina. Ia berniat mencari pekerjaan untuk membiayai tiga anaknya yang baru berusia 4 tahun, 3 tahun dan 8 bulan mengingat ia telah bercerai dengan suaminya.

Suatu waktu, CEP bertemu dengan sebuah agen di Jakarta yang menjanjikan kesempatan bekerja sebagai TKI di Cina. Namun, bukannya dijadikan TKI, agen tersebut malah menjual CEP kepada warga negara Cina untuk dijadikan istri siri dengan sistem kawin kontrak.

Yuni mengaku sangat kaget saat mendengar CEP sudah berstatus sebagai istri siri dari seorang warga negara Cina. Ia mengatakan, keponakannya itu dihargai sebesar Rp 400 juta oleh agen penyalur. Namun dari Rp 400 juta itu, agen hanya memberikan CEP uang sebesar Rp 10 juta.

"Ternyata orang Cina itu membeli ponakan saya 400 juta sama agensinya, terus agensinya memberi ke ponakan saya Rp 10 juta. Bukan langsung, tapi dicicil," ujar Yuni kepada Kriminologi.id di gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin 30 Juli 2018.

Yuni mengatakan, duit Rp 10 juta tersebut diberikan langsung oleh agen kepada dirinya untuk merawat ketiga anak CEP. "10 jutanya langsung diberikan ke saya. Karena saya yang rawat tiga anaknya di sini," kata Yuni.

Yuni sebenarnya tidak terlalu keberatan jika keponakanya itu dinikahi secara siri oleh warga Cina. Namun, kata Yuni, CEP kerap mengalami kekerasan fisik dan sering disekap oleh keluarganya di Cina.

"Dia sering dipukuli, dia makan nggak dikasih, kamar dikunci. Jadi dia ga bisa kemana-mana. Kami kalau mau komunikasi juga susah," katanya.

Yuni mengatakan, sejak menjadi istri siri, CEP juga tidak pernah mengirim uang untuk anak-anaknya. "Saya kan gak kerja jadi uang dari mana buat beli susu mereka," kata Yuni dengan nada keluh.

Hingga saat ini, nasib CEP masih terkantung-kantung menunggu Kementerian Luar Negeri memulangkannya bersama 15 WNI lain yang terjebak oleh modus perdagangan yang sama.

Untuk wilayah Purwakarta, ada lima perempuan yang menjadi korban human trafficking yakni CEP (23), MRD  (16), Y (28), DF (26), dan VN (20).

Masing-masing keluarga para korban ini tengah membuat laporan di Kemenlu didampingi oleh mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. MG | RZ

Reporter: Walda Marison
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500