Ilustrasi Pemerkosaan. Ilustrasi: Kriminologi.id

Diperkosa Kepsek 10 Kali hingga Pingsan, Siswi MTs Tasik Lapor Polisi

Estimasi Baca:
Jumat, 6 Apr 2018 14:35:12 WIB
Sebelum memperkkosa RH, AS memberikannya air putih yang sudah didoakan. RH pun pusing dan langsung dibawa ke kamar. Dugaan pemerkosaan dilakukan sebanyak sepuluh kali hingga sempat membuat RH pingsan.

Kriminologi.id - Siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Tasikmalaya diduga kuat menjadi korban pemerkosaan kepala sekolahnya sendiri AS. Korban yang berinisial RH (14) diduga diperkosa hingga sepuluh kali sejak 2017.

Bahkan, warga Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya itu, mengaku menjadi budak nafsu AS dari Maret lalu.

Perbuatan bejat AS terhadap RH dilakukan setiap Rabu saat istrinya sedang tidak ada di rumah. Saat itu, AS memanggil RH ke rumah. 

Saat dipanggil ke rumah, modus yang dilakukan AS adalah untuk memberi motivasi kepada RH. Setelah memberi motivasi, AS memberi air putih kepada RH yang sudah diberi doa.

Tak lama setelah meminum air tersebut, RH mengaku pusing. Saat kondisi itulah, RH dibawa ke kamar dan dipaksa untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Meski dalam kondisi pusing, RH sempat menolak ajakan tersebut. Namun, apa daya RH tidak berdaya. Sebab, selain diancam akan dikeluarkan dari sekolahnya, AS juga mengancam akan menganiaya orang tua korban.

"Saya dipaksa melakukan hubungan intim sampai pingsan. Ketika bangun saya diancam orang tua saya akan dibunuh," kata RH, Jumat, 6 April 2018, seperti dilansir RRI.co.id.

Ternyata, kejadian tersebut tidak hanya sekali, tapi terus berkali-kali. Semula RH enggan menceritakan kejadian yang menimpanya ini kepada orang tua. 

Karena sudah tidak tahan lagi, RH memberanikan diri keluar dari sekolah dan menceritakan apa yang selama ini dialami kepada orang tuanya. TIdak hanya itu, RH juga melaporkan AS ke polisi.

"Adik saya baru berani menceritakan apa yang dialaminya kepada keluarga. Dia mengaku selalu diperlakukan tidak senonoh oleh kepala sekolahnya," kata Nety kakak RH.

RH melaporkan dugaan pemerkosaan terhadap dirinya ke Polres Tasikmalaya Kota. Saat ini laporan tersebut dalam proses penanganam Polres Tasikmalaya Kota.

"Kondisi korban masih belum stabil. Kami masih mengumpulkan alat bukti," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Ma'aruf.

Usai mendapatkan laporan tersebut, ia menambahkan, pihaknya sudah mengambil langkah. Yakni, dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

"Saat ini kita masih dalami," ujarnya.

Korban rencananya akan mendapat pendampingan dari Petugas Perlindungan Perempuan dan Anak Reskrim Polres Tasikmalaya Kota. Termasuk menghadirkan psikiater, untuk memberikan trauma healing kepada korban.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500