Ilustrasi pencabulan, Foto: Pixabay

Ditinggal Keluarga Berdagang, Remaja 16 Tahun Diperkosa Tetangga

Estimasi Baca:
Minggu, 15 Apr 2018 22:00:56 WIB

Kriminologi.id - Seorang remaja wanita berusia 16 tahun berinisial M menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri. Peristiwa itu terjadi di Desa Babelan, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

Peristiwa itu bermula saat korban M berada sendirian di rumah kontrakannya, dan sedang mempersiapkan perlengkapan baju untuk dibawa ke pPondok pesantren.

"Saat itu keluarga lainnya ayah, ibu dan adiknya sedang berada di warung tempat jualan dan tidak ada di kontrakan,” kata Kabag Humas Polres Metro Bekasi, AKP Sukrisno saat dihubungi, Minggu, 15 April 2018.

Setelah selesai membereskan perlengkapan yang akan dibawa ke pesantren korban tidur di ruangan depan dengan beralaskan tikar. Sekitar pukul 00.30 WIB, korban tiba-tiba dibangunkan oleh pelaku bernama Nedih alias Ciput (45).

Saat itu korban kaget karena ada lelaki tua yang masuk ke dalam rumah kontrakannya. Tanpa basa basi pelaku langsung menarik baju yang dipakai korban, namun korban berusaha melawan. Karena tenaganya lebih kuat, pelaku membuka baju korban.

"Korban sempat berusaha lari ke belakang, tapi pelaku mengejar dan manarik baju korban dan menidurkan korban di atas tikar," kata Sukrisno.

Usai meniduri M, Nedih langsung pergi meninggalkan M. Keesokan harinya, saat paman korban berinisial K melihat gelagat yang aneh pada M, K langsung menanyakannya.

"Saat akan diantarkan ke pesantren oleh pamannya, pamannya curiga ditanya-tanya akhirnya ngaku  kalau dia digitukan," kata Sukrisno.

Mendengar pengakuan M, K langsung melaporkan kepada orang tuanya. Oleh kedua orang tuanya, pemerkosaan itu langsung dilaporkan ke Polsek Babelan.

"Saat ini sedang dalam pemeriksaan dan menunggu hasil visum dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur," kata Sukrisno.

Dari informasi yang didapat M dan Nedih saling mengenal, Nedih tinggal tidak jauh dari rumah kontrakan M. Hingga kini kepolisian masih mencari keberadaan Nedih. AS

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500