Ilustrasi korban percobaan pemerkosaan, Ilustrasi: Pixabay

Ditinggal Suami Salat Subuh, Istri Nyaris Diperkosa Pemuda Teler

Estimasi Baca:
Selasa, 10 Jul 2018 12:15:20 WIB

Kriminologi.id - Aksi percobaan pemerkosaan terhadap ibu rumah tangga yakni MU dilakukan pelaku Asnani (25) di Desa Matabu, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Peristiwa itu terjadi ketika sang suami korban sedang salat subuh di masjid terdekat. 

Kapolsek Dusun Timur Ajun Komisaris Polisi Susilowati menjelaskan, saat ingin melakukan tindakan itu, pelaku dalam kondisi telanjang dan mabuk. Namun, teriakan korban membuat pelaku kabur sambil membawa sejumlah barang. 

"Pelaku sempat kabur dengan membawa uang dan sebuah ponsel. Tak berapa lama kita berhasil menangkapnya dan langsung kita hadapkan engan korban, dan korban membenarkan bahwa itu pelakunya," kata Susilowati, seperti dilansir dari Antara, Selasa, 10 Juli 2018.

Susilowati mengatakan, kejadian percobaan pemerkosaan terhadap korban berlangsung begitu cepat. Ketika itu, sang suami korban sedang pergi ke masjid untuk menjalani salat subuh sekitar pukul 04.00.

Tiba-tiba, kata Susilowati, pelaku datang dalam kondisi telanjang dan masuk ke dalam rumahnya. Pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri.

Melihat pelaku itu, kemudian korban langsung berteriak dan meminta pertolongan tetangga. Sambil kabur, pelaku membawa sejumlah uang dan telepon selular. Lalu, warga melaporkan kejadian ini ke Polsek Dusun Timur. Pelaku akhirnya berhasil petugas tangkap tanpa perlawanan.

"Pelaku juga sempat menyusahkan ketika diinterogasi karena sedang dalam kondisi mabuk obat," kata Susilowati.

Kejadian yang sama juga terjadi pada ibu rumah tangga berinisial KI warga Komplek Pondok Indah II di Jalan Ahmad Yani KM 2, Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan dusun Timur. 

Peristiwa percobaan pemerkosaan itu dialami KI, Minggu, 8 Juli 2018 sekitar pukul 01.00 WIB. Korban KI mengalami luka lebam di wajah yakni di bagian pelipis mata kanan. Ia terluka akibat menerima pukulan sebanyak tiga kali dari pelaku.

Terkait dengan kasus yang dialami KI, Susilowati mengatakan, pihaknya masih mendalami apakah pelaku usaha pemerkosaan yang dialami oleh KI itu apakah pelaku yang sama. 

"Saat ini kami masih melakukan penyidikan secara mendalam. Kita belum bisa menyimpulkan kalau it adalah pelaku yang sama, yang jelas, kita selidiki dulu," ucap Susilowati. 

KOMENTAR
500/500