Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com

Driver Ojol Perkosa Wisatawan Turki di Bali Dihukum 5,5 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 18:05:06 WIB

Kriminologi.id - Seorang pengemudi atau driver ojek online Edison Lumban Batu (23), dihukum selama 5,5 tahun penjara atas kasus pemerkosaan terhadap warga negara Turki, Nurgul Bulat. Edison yang mendapatkan pesanan dari korban menuju rumah kosnya justru membawanya ke semak-semak dan memperkosa korban.

Vonis majelis hakim selama 5,5 tahun penjara itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Ngurah Wirayoga yang menuntut hukuman enam tahun penjara.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan dengan kekerasan atau ancaman melakukan persetubuhan di luar perkawinan dan melanggar pasal 285 KUHP jo pasal 53 ayat 1 KUHP," kata ketua majelis hakim IA Nyoman Adnya Dewi, di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin, 16 April 2018.

Menurut hakim, perbuatan terdakwa dapat merusak citra Pulau Bali yang menjadi tujuan wisatawan asing, sehingga memberatkan. Sedangkan hal yang meringankan hukuman, terdakwa menyesali perbuatannya.

Sejumlah fakta dalam persidangan itu menyebutkan, Edison sebagai driver ojek online memerkosa Nurgul Bulat pada 13 November 2017, pukul 21.00 WITA. Kasus itu berawal saat Nurgul Bulat memesan ojek secara online melalui telepon selulernya pada pukul 16.30 WITA dengan tujuan menuju Restoran Bali Buddha.

Terdakwa yang mengendarai sepeda motor Honda Vario putih dengan Nomor Polisi DK-3992-OQ mengantar korban yang saat itu mengenakan pakaian seksi menuju restoran yang dituju. Setelah tiba di tempat yang dituju, korban membayar sejumlah uang jasa ojek kepada terdakwa.

Usai dari restoran itu korban kembali memesan ojek online dan datanglah terdakwa menjemput korban. Korban yang sempat terkejut karena mendapatkan pengemudi yang sama. Namun, tanpa ada rasa curiga, korban naik ke motor terdakwa dengan tujuan ke indekos korban di Jalan Nuana Sari Nomor 88X, Jimbaran, Kuta Selatan.

Saat perjalanan menuju indekos korban, terdakwa melewati jalan yang tidak sesuai dengan rute yang dituju. Sempat mendapat teguran, terdakwa meyakinkan korban bahwa jalan yang dilaluinya itu merupakan jalan pintas. Tiba-tiba terdakwa menghentikan motornya di semak-semak yang sepi dan memaksa korban untuk turun. Kemudian terjadilah pemerkosaan terhadap korban.

Korban sempat melakukan perlawanan. Namun, terdakwa justru mencekik leher korban, dan korban berusaha melepaskannya. Terdakwa kembali memukul dahi korban dengan batu beberapa kali dan menjambak korban.

Terdakwa kemudian kabur meninggalkan korban saat itu bersimbah darah tanpa mengenakan celana. Korban kemudian terbangun dan kabur menuju keramaian dan meminta tolong kepada seseorang.

KOMENTAR
500/500