Suasana sekitar lokasi pembegalan payudara di, Depok. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Fakta-fakta Pembegalan Payudara di Depok, Ciri Pelaku Terlihat Jelas

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 11:57:46 WIB

Kriminologi.id - Pelecehan seksual dengan cara meremas payudara korban yang viral dengan sebutan begal payudara, terjadi di kawasan Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok, Jawa Barat. Peristiwa itu menimpa ATN, seorang mahasiswi dan juga seorang penjual kue.

Sejumlah fakta muncul dari kasus tersebut berdasarkan penelusuran Kriminologi.id. Hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut dan memburu pelaku.

Berikut sejumlah fakta yang dirangkum terkait peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut.

1. Tempat Kejadian Sepi

Kriminologi.id menelusuri tempat terjadinya pelecehan seksual itu di sekitaran Gang Swadaya, Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok, Jawa Barat, Kamis, 19 Juli 2018. Saat memasuki gang yang bersebelahan dengan bengkel mobil itu, terlihat suasana di dalam gang sangat sepi.

Hanya ada 2 orang yang melintasi gang tersebut setiap lima sampai sepuluh menit. Sekitar 50 meter dari depan gang, terlihat rumah kontrakan bertingkat dua yang berjajar dan tidak berpenghuni. 

Persis di samping kontrakan bertingkat tersebut, terdapat sebuah gang kecil yang hanya bisa dilewati satu orang dewasa. Kondisi di dalam gang ini pun jauh lebih sepi dan sunyi dari gang sebelumnya.

2. Korban Diremas 3 Kali dan Dipukul

Menurut pengakuan korban ATN (20), pelaku begal payudara di lokasi tersebut tiga kali meremas payudara korban. tak hanya itu, ATN juga mengaku dipukul pelaku. 

Menurut ATN ketika baru saja memasuki gang tersebut, dari ujung gang tampak seorang laki-laki mengendarai sepeda motor matic juga siap memasuki gang tersebut. 

Jalan gang tersebut sangat sempit dan hanya bisa dilalui satu sepeda motor. Jika sepeda motor melalui gang dan berpapasan dengan pejalan kaki, salah satunya harus mengalah.

Ketika diberi celah itu, pelaku tiba-tiba meremas payudara korban. Hal itu langsung membuat ATN kaget, namun dirinya tak bisa berbuat banyak karena tangannya masih memegang kotak kue.

Tak sampai di situ, menurut ATN, pelaku kemudian berbalik dan datang untuk kedua kalinya. Pelaku kembali meremas payudara ATN dan berpura-pura menanyakan kue yang dijajakannya dan pergi ke arah gang di mana pelaku keluar.

Perlakuan ketiga didapat kembali oleh korban. Dari gang tersebut, teryata pelaku kembali mendatangi ATN. Kali ini, selain meremas payudaranya, pelaku tersebut juga memukul bagian kepala ATN. Puncaknya, pria tersebut bahkan memperlihatkan alat vitalnya.

3. Ciri-ciri Pelaku Terlihat Jelas

ATN mengaku dapat mengenali pelaku secara jelas. Menurutnya, pelaku saat melakukan aksinya mengendarai sepeda motor matik yang keluar dari ujung gang.

"Dia itu bawa motor matic warna hitam. Orangnya pake sweater warna hitam, engga pake helm. Badannya cukup berisi, tingginya sedang, kulitnya sawo matang bersih. Rambutnya agak ikal, bentuk mukanya bulat," kata ATN menjelaskan.

4. Korban Mahasiswi Berprestasi

Korban ATN, selain sebagai penjual kue dia juga mahasiswi Teknik Mesin di Universitas Gunadarma. ATN masuk ke kampus tersebut melalui jalur beasiswa. Selain berjualan, di sela kekosongan waktunya ATN mengajar les privat Bahasa Inggris untuk anak-anak Sekolah Dasar atau SD di sekitar kos.

"Saya sekolah di MA Modern Al Madina Cirebon. Pas lulus, saya dapet beasiswa kuliah di kampus Gunadarma. Ambil jurusan teknik mesin, angkatan 2015," ujar ATN kepada Kriminologi.id, Jumat, 20 Juli 2018.

5. Peristiwa Tersebar Melalui Grup WA

Peristiwa pembegalan payudara yang dialami ATN, tersebar melalui grup Whatsapp oleh sesama penghuni rumah kos. Tidak lama kemudian, salah satu temannya mengirimkan kronologi peristiwa tersebut ke akun Instagram Depok24jam. Sejak itu, kisah AT mulai tersebar luas.

"Pas kejadiannya ramai di Instagram Depok24jam waktu hari Minggu, 15 Juli 2018. Besoknya ada wartawan Tribun 2 orang datang ke kos buat wawancara saya, ya saya masih takut juga mau bilang apa. Beres wawancara, saya anter mereka ke lokasi kejadian, pas di sana mereka wawancara bu Enci juga," tutur ATN.  AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500