Rumah kontrakan yang dihuni Geby di Kampung Cibitung, Telagaasih, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Geby, Wanita Tewas di Kalibata City Pernah Dikurung karena Nakal

Estimasi Baca:
Selasa, 24 Apr 2018 15:05:57 WIB

Kriminologi.id - Ana Yuli Santi alias Geby, wanita yang tewas usai melompat dari lantai 8 tower Damar Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, dikenal sebagai sosok yang nakal dan sulit diatur sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama atau SMP. Hingga usia Geby mencapai 16 tahun, dia memutuskan pergi dari rumah dan memilih tinggal di daerah Jakarta.

Kriminologi.id menelusuri tempat tinggal keluarga Geby di Kampung Cibitung, Telagaasih, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa, 24 April 2018. Di kawasan itu orang tua Geby menempati sebuah rumah kontrakan.

Orang tua Geby menepati rumah kontrakan tiga petak dengan pintu berwarna pink. Lilis, orang tua Geby, tinggal tinggal seorang diri, sementara ayah Geby sudah wafat. Menurut warga sekitar, Geby tinggal bersama dengan Lilis sampai usia 16 tahun. Geby kemudian memutuskan untuk pergi dari rumah dan memilih tinggal di Jakarta.

Menurut Herman, salah satu tetangga Geby mengatakan, Geby hanya mengenyam pendidikan hingga bangku SMP dan kemudian merantau ke Jakarta. Menurut Herman, Geby pulang ke rumah kontrakan ibunya itu satu kali dalam sebulan.

Dok. Geby Putri korban wanita yang melompat di Apartemen Kalibata City. Foto: Ist/Kriminologi.id
Dok. Geby Putri korban wanita yang melompat di Apartemen Kalibata City. Foto: Ist/Kriminologi.id

“Ibunya yang bekerja sebagai tukang kredit barang-barang rumah tangga dan barang elektronik,” ujar Herman kepada Kriminologi.id, Selasa, 24 April 2018.

Menurut Herman, warga sekitar tidak mengenal sosok Geby saat ini. Ia mengenal Geby saat masih kecil.

"Kalau kecil cukup kenal lah, anaknya kurus tinggi, anaknya sering main kalau lagi sekolah, cuma pas dewasa enggak terlalu kenal, karena dia jarang keliatan di sekitar sini dan jarang pulang juga," katanya.

Sama seperti Herman, warga sekitar lainnya yang bernama Herdi tidak begitu mengenal sosok Yuli dewasa, namun Herdi mengenal betul sosok Yuli ketika masih sekolah.

Menurut Herdi, Yuli, panggilan Geby, merupakan anak yang susah diatur oleh orang tuanya. Bahkan karena sulitnya diatur ibunya pernah mengurung Yuli karena terlalu sering pulang malam, padahal saat itu Yuli masih berstatus pelajar SMP.

"Pulang sekolah bawa cowo kadang ngeliat, pulang malem, sampe ibunya kesel banget, itu anak dikurung di kamar," katanya.

Soal pendidikan kata Herdi, Yuli hanya sebentar menyenyam pendidikan di SMK, namun tidak lama Yuli berhenti dan memutuskan bekerja.

"Gak tau itu anak kenapa, apa karena dia salah bergaul, kalau di lingkungan ini sama keluarga juga baik-baik aja," katanya.

Dok. Gaby Putri korban wanita yang melompat di Apartemen Kalibata City. Foto: Ist/Kriminologi.id
Dok. Gaby Putri korban wanita yang melompat di Apartemen Kalibata City. Foto: Ist/Kriminologi.id

Menurutnya saat ini jenazah Geby telah dimakamkan di kampung halaman ibunya di daerah Malang, Jawa Timur.

Ana Yuli Santi alias Geby terjun dari Apartemen Kalibata City, Senin, 23 April 2018, sekitar pukul 02.00 WIB. Geby diduga terbakar cemburu kepada kekasihnya yang juga turut menyaksikan aksi nekat Gebi.

Geby mencurigai kekasihnya, Ramdani telah menyukai perempuan lain selain Geby. Kejadian tersebut bermula ketika Geby sedang berada di Unit Apartemen Kalibata City, Tower Damar lantai 8 AP bersama Ramdani, dan kedua temannya Yasser Qadarsyah (20) dan Chelsea (16).

Geby kemudian berusaha untuk bunuh diri dengan cara meminum body lotion merek Citra dan sebotol perfum, namun sempat dicegah oleh pacarnya.

Geby juga berusaha menyayat tangannya sendiri dengan pecahan kaca. Ramdani selaku pacarnya berusaha mencegah dan melarang aksi nekat Geby.

Ketika Geby terlihat sudah tenang, Ramdani beranjak menuju kamar mandi. Tidak begitu lama, Geby berteriak kepada temannya Yasser bahwa ia akan melompat ke bawah apartemen. Ketika Ramdani keluar dari kamar mandi, ternyata Geby sudah melompat melalui balkon apartemen. AS

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500