RK, perempuan yang ditemukan tewas di dalam kardus di Medan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Hasil Autopsi Rika Karina, Sekujur Tubuh Penuh Luka Sayat dan Lebam

Estimasi Baca:
Kamis, 7 Jun 2018 17:40:35 WIB

Kriminologi.id - Hasil autopsi Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, terhadap wanita yang tewas terbungkus kardus, Rika Karina alias Huang Lisya, menunjukkan pembunuhan yang dilakukan oleh kakak iparnya sendiri bernama Hendri alias Ahen teramat sadis. Sekujur tubuh wanita berusia 21 tahun itu diketahui penuh luka sayat dan lebam.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Ajun Komisaris Besar Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan bekas luka senjata tajam merupakan yang paling banyak ditemukan di tubuh korban Rika Karina. Luka dari benda tajam itu ada berupa sayatan dan tusukan. Selain itu, ada juga bekas luka lebam di tubuh korban.

Untuk bagian leher korban, terdapat luka akibat tusukan senjata tajam sebanyak 5 sampai 6 lubang. Selain di leher, terdapat luka lebam pada tubuh korban di bagian wajah, kaki dan tangan. Diduga, luka lebam tersebut akibat terkena benda tumpul.

"Selain di leher yang terluka akibat benda tajam, di bagian kaki, tangan, dan wajah korban terdapat luka lebam akibat pukulan," kata Tatan Dirsan seperti dikutip dari Medansatu.com. 

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan yang Rika Karina bermula ketika korban datang ke rumah Hendri. Tak lama berselang, keduanya terlibat cekcok mulut karena perjanjian jual beli kosmetik. Kata Hendri, Rika kerap mengelak saat diminta kosmetik yang telah dibayarnya sebesar Rp 4,2 juta. Pembayaran dilakukan pada 31 Mei 2018 di Milenium Plaza, tempat Rika bekerja.

Dari perdebatan soal kerja sama jual beli itu, Hendri yang gelap mata menganiaya Rika. Oleh Hendri, kepala Rika dibenturkan beberapa kali ke dinding rumah. Selanjutnya, Hendri menikam leher Rika menggunakan pisau. Belum puas sampai di situ, Hendri lalu menyayat pergelangan tangan Rika hingga akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia.

Mengetahui adik iparnya tewas, Hendri kemudian memasukkan jasadnya ke dalam koper kain. Koper berisi mayat itu selanjurtnya dibungkus kardus berukuran besar. Agar tak jebol, pelaku melakban kardus itu banyak-banyak. Kardus berisi mayat tersebut lalu ditaruh di bagian belakang sepeda motor Honda Scoopy yang sebelumnya ditumpangi Rika untuk ke rumah pelaku. 

Motor bernomor polisi BK 5875 ABM tersebut lalu dikendarai pelaku sampai ke Jalan Karya Rakyat Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, Sumatera Utara. Tepat di samping Gereja HKBP Ampera, pelaku meninggalkan motor tersebut. AS

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500