ilustrasi Mayat. Foto: Pixabay.com

Iba dan Cinta Buta Enen hingga Dibunuh Suami Bilal Abdul Fateen

Estimasi Baca:
Jumat, 30 Mar 2018 20:30:09 WIB
Kebaikan Enen Cahyati dibalas pembunuhan oleh suaminya sendiri Bilal Abdul Fateen, pendakwah warga negara Amerika Serikat.

Kriminologi.id - Pertemuan antara Enen Cahyati (46) dengan Bilal Abdul Fateen, seorang pendakwah warga negara Amerika Serikat memiliki kesan tersendiri bagi pihak keluarga Enen, terutama bagi adik kandung Enen, Rahmat. Ketika Kriminologi.id menemui Rahmat di rumah kediaman Enen, ia menceritakan awal mula Enen bertemu dengan Bilal.

"Jadi enggak tahu kenapa si mpok malah cerai sama bang Geri. Nah, pertengahan tahun 2014, mpok kenalan sama si Bilal lewat Facebook. Pas sudah kenal sama mpok, Bilal cerita semuanya, tentang kehidupan dia. Ternyata, waktu itu Bilal lagi jalanin hukuman di Lapas Salemba. Dia dipenjara gara-gara kasus KDRT sama istrinya yang pertama, enggak tahu namanya siapa, engga tahu juga mereka sudah cerai apa belum. Yang jelas kata si mpok, Bilal nikah siri juga sama istrinya yang pertama. Nah, lewat Facebook itu, Bilal cerita semua tentang masalah hukumnya. Katanya, dia lagi dipenjara tujuh tahun gara-gara KDRT itu," ujar Rahmat.

Karena merasa tersentuh, Enen kemudian berencana untuk membebaskan Bilal dari Lapas Salemba. Selama Bilal ditahan di Salemba, Enen telah beberapa kali menemuinya. Enen juga kerap menyuruh anaknya yang terakhir, Rifat Ramadhan untuk mengantarkan pakaian dan makanan untuk Bilal di Salemba. Bahkan, Enen juga pernah mengajak mantan suaminya. Geri, untuk menemaninya ke Lapas Salemba.

"Mungkin karena kesentuh juga atau gimana, ya mungkin cinta, si mpok sampai berniat bebasin Bilal dari Lapas Salemba. Tiap bulan, si mpok selalu besuk si Bilal di Salemba. Sering ngajak anaknya yang terakhir juga, si Rifat buat bawain makanan buat Bilal. Yang bikin saya kaget, si mpok pernah ngajak bang Geri nganterin dia ke Salemba buat nengok si Bilal. Tapi saya tahu, bang Geri itu orangnya memang baik, ikhlas, dia engga dendam," ujar Rahmat.

Puncaknya, pada pertengahan 2014, Bilal menikahi Enen secara siri di Lapas Salemba. Karena belum mendapatkan penghulu, Enen justru meminta mantan suaminya, Geri untuk mencarikan penghulu. Bahkan, Enen meminta Geri untuk menjadi saksi pernikahan sirinya dengan Bilal.

"Pertengahan tahun 2014, mpok nikah sama Bilal di Lapas Salemba, waktu itu saya enggak bisa datang, tapi keluarga dari sini ya datang. Sebelum nikah, mereka belum dapet penghulu, yang bikin saya kaget, bang Geri nyariin penghulu buat mereka. Sampai-sampai mau jadi saksi nikahan mereka di Salemba. Sudah enggak tahu lagi dia hatinya kayak gimana, bener-bener ikhlas. Kita aja keluarganya kadang malu sama dia, karena tadinya emang enggak ada masalah, bener-bener rukun damai rumah tangga mereka, tapi enggak tahu kenapa awal tahun 2014 cerai, eh pertengahan tahun malah nikah sama si Bilal," ujar Rahmat.

Beberapa bulan setelah menikah siri dengan Bilal, Enen berhasil membebaskan Bilal dari Lapas Salemba. Rahmat hingga hari ini masih belum mengetahui secara pasti bagaimana Enen bisa membebaskan Bilal dari jeratan hukum kasus KDRT yang dilakukan kakak iparnya tersebut.

"Enggak lama setelah mereka nikah, eh Bilal bebas dari Salemba, siapa yang enggak makin kaget coba. Sampai sekarang saya belum tahu banget gimana caranya si mpok bebasin si Bilal. Kan masa hukumannya 7 tahun kasus KDRT, terus dapet pembebasan bersyarat dari Salemba," ujar Rahmat.

Bilal Abdul Fateen, pelaku pembunuhan Enen Cahyati di Kamboja. Foto: Cambodia Express
Bilal Abdul Fateen, pelaku pembunuhan Enen Cahyati di Kamboja. Foto: Cambodia Express

Setelah keluar dari Lapas Salemba, Rahmat menambahkan, Bilal tinggal bersama Enen di rumah kediaman Enen di Ciganjur, Jagarkasa, Jakarta Selatan. Tidak lama setelah tinggal bersama Enen, Bilal justru mulai menunjukkan sifat aslinya yang kasar dan keras kepala.

"Pas bebas kan tinggal sama si mpok, enggak nyampe sebulan sifat aslinya sudah kelihatan, kasar banget sama si mpok suka mukul, sampe pipinya bengkak biru-biru. Keluarga kita sih sudah hampir enggak tahan, cuma mungkin mpok sudah cinta atau gimana saya enggak tahu. Katanya kerjanya pendakwah kajian agama, tapi malah jarang banget ke luar rumah, ketemu sama ustaz saja belum pernah. Ngomong bahasa Indonesia saja belum lancar banget. Kata si mpok juga, dia punya usaha di Bali, makanya lumayan sering ke Bali ngajak si mpok, sekalian liburan juga," ujar Rahmat.

Puncaknya, pada Kamis 15 Maret 2018, Bilal mengajak Enen pergi ke Kamboja. Bilal menjelaskan mereka akan pergi untuk keperluan bisnis. Akan tetapi, Bilal justru membunuh Enen di Kamboja.

"Beberapa hari sebelum mereka berangkat ke Kamboja, berdua sempat berantem, pipi si mpok sampe biru-biru bengkak. Nah, hari Kamis, dua minggu lalu, si Bilal ngajak si mpok ke Kamboja. Katanya keperluan bisnis, enggak tahu bisnis apaan. Padahal, ibu sudah marah-marah, sudah ngelarang mereka. Tapi si Bilalnya waktu itu ngejawab 'tidak ibu, tidak, ibu tenang saja, bismillah ibu, bismillah', gitu kata dia," ujar Rahmat.

Enen Cahyati ditemukan tewas di salah satu hotel di Kamboja. Diduga ia tewas karena dibunuh lantaran ditemukan bekas cekikan di lehernya. Penemuan mayat Enen berawal dari kecurigaan staf hotel yang mencium bau busuk dari kamar itu pada Minggu, 25 Maret 2018. Kemudian petugas hotel mendobrak pintu kamar dan menemukan Enen yang telah tewas. Tak lama kemudian penemuan mayat Enen itu dilaporkan ke polisi.

Media di Kamboja melaporkan bahwa Enen diduga dibunuh oleh suaminya yang berkewarganegaraan Amerika Serikat bernama Bilal Abdul Fateen. Pembunuhan itu diduga terjadi saat keduanya menginap di Hometown Suite Hotel di Kamboja.

KOMENTAR
500/500