Ilustrasi Mayat Bayi. Ilustrasi: Kriminologi.id

Ibu dan Balitanya Tewas Terlindas Elf di Garut, Baju Terjerat Rantai

Estimasi Baca:
Rabu, 30 Mei 2018 20:55:06 WIB

Kriminologi.id - Seorang ibu dan balitanya tewas terlindas mobil elf di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu, 30 Mei 2018.

Imas (45) dan Herdi, anaknya yang berusia satu tahun itu tewas setelah kepalanya terlindas mobil elf yang melintas dari arah berlawanan. 

Keduanya tewas setelah terjatuh dari sepeda motor saat dibonceng keponakannya, Yayadin (14). Penyebab terjatuh dua orang yang dibonceng ini karena baju muslim terjerat rantai motor hingga terjatuh ke kanan jalan. 

Kasatlantas Polres Garut, AKP Erik, membenarkan adanya peristiwa terjatuhnya ibu dan balita dari motor. Peristiwa itu terjadi pada pukul 09.30 WIB. 

"Kejadian pagi sekira pukul 09.30 WIB, saat itu korban baju muslimnya terlilit ke rantai motor lalu jatuh ke tengah jalan raya bersama bayinya," jelas AKP Erik, Rabu, 30 Mei 2018. 

Erik menambahkan, peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Raya Bayongbong, Kampung Gunung Bodas, Desa Ciela, Kecamatan Bayongbong, Garut. Saat itu, Imas duduk di bangku belakang motor Suzuki Satria bernopol D 2498 ZCQ. 

"Keduanya baik Imas maupun bayinya tidak menggunakan helm," kata Kasatlantas Polres Garut AKP Erik.

Mereka melaju dari arah Samarang menuju Bayongbong. Saat Imas dan bayinya terjatuh dari motor, dari arah berlawanan melaju mobil elf dengan nopol Z 7545 DB yang dikemudikan Karmin Suherman (53) langsung melindas tubuh keduanya. 

Sedangkan Yayadin, yang mengendari motor hanya mengalami luka ringan. Yayadin dibawa ke rumah sakiti. "Korban terlindas di bagian kepala, dan tewas di lokasi kejadian saat itu juga," terangnya.

Atas kejadian kecelakaan tersebut, Polisi menggelandang sopir elf ke kantor polisi untuk dimintai keterangannya. 

"Untuk jasad ibu dan anak tersebut sudah dibawa pihak keluarga, untuk dimakamkan di kampung halamannya, di Batu Susun, Desa Sirnagalih, Bayongbong, Garut. Untuk supir elf sementara kita amankan," jelasnya.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500