Ilustrasi mayat. Ilustrasi: Kriminologi.id

Ibu Rumah Tangga Tewas Terlakban dan Kepalanya Pecah, Diduga Dibunuh

Estimasi Baca:
Kamis, 19 Apr 2018 12:05:33 WIB
Ibu rumah tangga di Ogan Komering Ulu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Mulutnya terlakban dan kepalanya pecah banyak mengelurkan darah.

Kriminologi.id - Seorang wanita paruh baya bernama Hermin Widahyati ditemukan tewas di kamar rumahnya di kawasan Lorong Bersama Desa Air Paoh, Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu. Wanita berusia 51 tahun itu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Mulutnya dilakban dan kepalanya pecah banyak mengeluarkan darah. Diduga, Hermina menjadi korban pembunuhan. 

Kasat Reskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Ajun Komisaris Alex Andrian, mengatakan korban ditemukan tewas pada Rabu, 18 April 2018 sekitar pukul 18.00 WIB. Orang yang kali pertama menemukan jasad korban yang telah terbujur kaku adalah suaminya bernama Sudarsono.

“Kami telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban guna mengungkap motif penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan itu,” kata Alex di Ogan Komering Ulu, pada Kamis, 19 April 2018. 

Alex menjelaskan, pihaknya masih mendalami kasus ini. Dugaan sementara pihak kepolisian terhadap kasus ini murni pembunuhan. Sebab, barang-barang berharga seperti mobil, motor dan harta benda lainnya yang ada di rumah korban tidak ada yang hilang.

Ketua Rukun Tetangga di lingkunngan rumah korban bernama Mistari, mengatakan tidak menyangka sama sekali korban bernasib nahas seperti itu. Menurut dia, saat pertama kali ditemukan oleh suaminya, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan tergeletak di kamar rumahnya dengan mulut dilakban dan bagian kepalanya pecah banyak mengeluarkan darah.

"Motif kasus ini kami belum tahu karena masih didalami pihak kepolisian," ujarnya.

Menurut dia, korban dan suaminya dikenal warga sekitar sebagai keluarga yang ramah dan baik hati. Mereka tinggal bersama ketiga anaknya sudah hampir delapan tahun. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, Sudarsono bersama istrinya hanya tinggal bersama anak bungsunya yang saat ini sekolah di salah satu SMA di Baturaja.

"Sementara dua orang anaknya yang lain kuliah di salah satu Universitas di Lampung dan Kota Palembang," tutur Mistari.

Saat kejadian, kata Mistari, korban diduga sedang sendiri di rumahnya. Sementara suaminya sejak pensiun dari perusahaan perkebunan PT Mitra Ogan masih dipercaya mengurus Koperasi Unit Desa (KUD) milik perusahaan tersebut.

"Suaminya pulang kerja sore hari terus. Jadi bisa dipastikan saat kejadian kondisi rumah sedang sepi hanya ada korban saja," ujarnya.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500