Lokasi penemuan jasad Sumarti yang tewas di area pemakaman di Jalan Kampus Ungkris RT 05/09, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Istri Dianiaya Tetangga hingga Tewas, Suami: Kenapa Bukan Saya Saja

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 16:00:57 WIB

Kriminologi.id - Pasangan suami istri bernama Dul Hamid dan Sumarti (55) menjadi korban penganiayaan Juariyah (35) yang merupakan tetangganya sendiri. Akibat penganiayaan itu, sang istri Sumarti tewas setelah kepalanya dibenturkan ke aspal dan bekas batu nisan. 

Kepergian sang istri tentu membuat kakek berusia 68 tahun itu terpukul. Dul Hamid tak menyangka istri yang dinikahinya sejak 30 tahun lalu harus meninggal dengan cara mengenaskan. Sejak kepergian sang istri, Dul Hamid mengaku amat kesepian lantaran tak ada lagi teman yang menemaninya sehari-hari. 

“Saya ini sudah sakit-sakitan. Kenapa enggak saya saja duluan (yang pergi), kenapa harus istri saya yang masih sehat,” kata Dul Hamid kepada Kriminologi.id saat ditemui di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 5 September 2018.

Dul Hamid mengatakan, dirinya bingung menjalani sisa hidupnya tanpa ada Sumarti. Pasalnya, setiap hari istrinya yang selama ini merawat dirinya, termasuk menyiapkan makan bahkan menuntunnya ke Puskesmas untuk berobat. Apalagi saat ini Hamid sudah tak kuat lagi bekerja karena memiliki penyakit. 

“Hampir satu tahun ini saya tidak bekerja jadi tukang parkir, selama setahun saya selalu dirawat, karena pandangan mata saya sudah melemah, jalan juga sudah susah harus dibantu tongkat dan beberapa penyakit lainnya,” kata Hamid.

Hamid saat ini tinggal bersama cucunya yang berusia 16 tahun di sebuah rumah sederhana di RT 06/09, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi. Rumahnya sederhana, berlantai tanah dan beralaskan karpet.

"Walaupun ada cucu yang tinggal di rumah, tapi saya sudah biasa sama istri. Dia (istri) selalu ada. Jadi sekarang sepi banget. Biasanya dia (Sumarti) tidur di sini (sambil menunjuk kasur) temenin saya," kata Hamid pelan.

Terkait kematian istrinya, Hamid mengaku masih tidak percaya. Jika boleh memilih, kata Hamid, lebih baik dirinya yang pergi lebih dulu ketimbang istrinya. Meski begitu, Hamid mengatakan harus bisa mengikhlaskan kepergian istri tercintanya. 

"Kalau saya gini terus, kasian cucu saya juga, setidaknya saya harus terima semua jalan ini," kata Hamid.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dul Hamid dan Sumarti dianiaya oleh tetangganya sendiri yang diduga mengidap kelainan jiwa. Keduanya dianiaya oleh Juariah di tempat pemakaman keluarga di Jalan Unkris, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Pelaku awalnya menganiaya Hamid dengan tongkat bantu yang biasa digunakan untuk berjalan. Melihat sang suami jadi bulan-bulanan pelaku, sang istri kemudian menyelamatkan Hamid. Hamid mengira istrinya melarikan diri usai berhasil menyelamatkan dirinya. Namun perkiraan Hamid salah. Istrinya ternyata tewas dianiaya pelaku.

“Ternyata mayat yang saya lihat tergeletak adalah mayat istri saya, saya kira itu orang lain,” kata Hamid.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500