Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Janda Dibunuh Lalu Dibungkus Karung, Karyawan Properti Diduga Terlibat

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Jul 2018 18:15:05 WIB

Kriminologi.id - Aparat Kepolisian Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menangkap seorang karyawan perusahaan perumahan atau properti berinisial N yang diduga terlibat kasus pembunuhan Supartini, janda berusia 37 tahun yang ditemukan mengapung di sungai dalam kondisi terbungkus karung.

Kapolres Tanjungpinang, Ajun Komisaris Besar Polisi Ucok Lasdin Silalahi, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan N sebagai kekasih korban. Yang jelas, antara korban dengan N memiliki intensitas pertemuan cukup tinggi.

Sebelum jasadnya ditemukan di sungai, kata Ucok, N sempat bertemu dengan korban di salah satu restoran. Sepeda motor korban masih berada di restoran tersebut setelah jasadnya ditemukan mengapung di sungai yang berada di bawah jembatan penghubung Tanjungpinang-Wakcopek, Bintan.

“Anggota Satreskrim masih mengumpulkan barang bukti dan merunut peristiwa itu. Mudah-mudahan dalam sehari atau dua hari ini sudah dapat dirangkai peristiwanya termasuk motifnya,” katanya.

Hasil penyidikan nantinya juga akan terungkap apakah N tersangka utama atau ada pihak lainnya yang terlibat. Selain mengamankan N, polisi juga menyita satu unit mobil yang digunakan N. Mobil tersebut kini terparkir di Mapolres Tanjungpinang dan sudah diberi police line.

“Mohon doa masyarakat agar kasus ini terbuka dengan terang demi keadilan,” ujarnya.

Ucok mengungkapkan, jasad Supartini kali pertama ditemukan oleh seorang nelayan dalam kondisi mengenaskan. Sebagian tubuh korban tertutup karung dan dalam posisi terikat. Korban diperkirakan sudah dibunuh tiga hari sebelum jasadnya mengapung. Foto-foto korban mulai dari lokasi kejadian hingga di rumah sakit pun telah beredar luas.

Salah seorang rekan korban berinisial En tidak menyangka korban tewas secara mengenaskan. Meski tak begitu dekat mengetahui kehidupan pribadi korban, En mengungkap jika korban adalah sosok yang ramah dan baik. Hal tersebut pun diamine oleh sejumlah tetangga korban di Lapangan Diana, Bukit Cermin.

En mengaku setiap hari mengikuti perkembangan kasus pembunuhan itu karena ingin mengetahui pelakunya. Menurut dia, pembunuhnya teramat tega. Karenanya, En berharap pelaku pembunuhan mendapat ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500