Wanita kritis usai dibegal di bawah jalan layang Pasupati, Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Jatuh di Jalan Layang Pasupati, Mahasiswi Bandung Korban Begal Kritis

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 12:45:42 WIB

Kriminologi.id - Mahasiswi perguruan tinggi swasta di Bandung berinisial S mengalami kritis akibat pendarahan di bagian kepala belakang. Mahasiswi jurusan Komputer ini menjadi korban begal di Jalan layang Pasupati, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 30 Agustus 2018 dini hari. 

Perempuan asal Purwakarta itu terlempar dari motor dan mengguling di aspal usai mempertahankan tas yang ditarik begal saat kendaraan yang ditumpanginya melintasi turunan jalan layang tersebut. 

Sedangkan E, rekannya yang mengendari motor hanya mengalami luka ringan. Kedua perempuan korban begal ini menjalani perawatan di RS Boromeus Bandung. 

"Benar ya korbannya dua wanita, pulang makan bakso, Kamis dini hari. Kondisi kedua korban yakni inisial E sudah berada di ruang perawatan, sedangkan S kondisinya kritis ya," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema, Kamis, 30 Agustus 2018.

Irman menjelaskan peristiwa itu bermula usai dua mahasiswi ini mengerjakan skripsi bersama di kosan temannya. Sebelum pulang ke kosan masing-masing, keduanya mampir ke Bakso Semar, yang berada sekitar 400 meter dari lokasi kejadian. 

Pedagang bakso itu memang dikenal buka 24 jam. Sekitar pukul 03.30 WIB, keduanya pulang. E mengendarai sepeda motor membonceng S. 

Tak berapa lama kemudian, sepeda motor dua mahasiswi itu dipepet pria tak dikenal. Belakangan, pria yang duduk di bangku belakang itu menarik tas S. Aksi tarik menarik tas tak terelakan dalam kondisi sepeda motor berjalan melintasi turunan. 

Tarikan begal membuat S jatuh terpental  hingga tubuhnya mengguling di aspal.  

"Kejadiannya korban dipepet saat turun dari jalan layang, lalu korban S terjatuh dari motor dan terguling, untuk E ini menyetir terus saat terjadi tarik menarik dengan korban S hingga jatuh dan tersungkur," kata Kombes Irman melanjutkan.

Akibat aksi begal itu, kata Irman, korban mengalami kerugian kehilangan uang Rp 300.000 dan satu unit telepon genggam. Pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus kejahatan jalanan ini.

"Kami sudah olah TKP, dan akan memahami anatomi crime dari kesaksian korban yang sudah pulih," paparnya.

Crime of anatomy ini dilakukan polisi dengan cara menguraikan unsur-unsur suatu jenis kejahatan mulai dari tempat kejadian perkara, jam kejadian, korban, pelaku, hingga modus operandi. 

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500