ilustrasi Korban Pembunuhan di Bantul. Foto: Ist/Kriminologi.id

Jumiati, Korban Pembunuhan di Bantul Ternyata Janda Beranak Satu

Estimasi Baca:
Selasa, 5 Jun 2018 13:47:57 WIB

Kriminologi.id - Jumiati, warga Dusun Depok, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tewas dibunuh Supriyono (47), ternyata pernah menikah. Dari pernikahannya itu, perempuan 33 tahun berjilbab itu dikarunia satu anak anak perempuan.

"Korban itu janda cerai hidup dan anak satu orang, masih kecil, usianya sektiar 12 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo kepada Kriminologi.id, melalui sambungan telepon, Selasa, 5 Juni 2018.

Rudy mengatakan, Jumiati tinggal bersama orang tuanya serta adiknya di Pandak, Bantul. Anak Jumiati, kata Rudy, seorang perempuan dan sudah bersekolah. 

Jumiati, kata Rudy, mengenal pelaku yakni Supriyono warga Mandungan II 002/26 Margoluwih, Seyegan, Sleman, Yogyakarta, melalui media sosial Facebook. Mereka berkenalan di dunia maya itu sekitar 24-25 Mei 2018. Setelah berkenalan melalui Facebook itu, keduanya langsung bertemu.

"Karena mereka sama-sama Yogya. Perempuan itu dari Bantul, dan lelakinya dari Sleman. Jaraknya Seyegan ke Bantul itu sekitar setengah jam," kata Rudy.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/5b14fa0e55456-1528101390-0afd7d657f177e8a072a53b2b626c394.jpg

Komunikasi antara pelaku dan korban ini, kata Rudy, berlangsung intens. Bahkan, mereka sempat jalan beberapa kali. Sejak pertemuan 25-26 Mei 2018, mereka tidak bertemu lagi pada Selasa, 29 Mei 2018 untuk buka puasa bersama. 

"Korban bekerja sebagai sales minuman kemasan Milagros. Pada tanggal 29 Mei 2018, pelaku menemani korban mengambil nota-nota pembelian ke konsumennya, sambil muter-muter, tapi di tengah jalan kok jadi berantem, dan ini tidak tahu berantemnya karena apa," kata Rudy.

Menurut pemeriksaan, tersangka mengaku  korban sempat memukul tubuh Supriyono dengan menggunakan helm dan tangan di sepanjang perjalanan pulang.

"Kalau versi tersangka, dia terancam dan marah. Dia bilang, akhirnya saya pukul, Pak, saya ndak tahu kalau dia meninggal, saya cuma mukul dua kali," kata Rudy mengulangi pernyataan tersangka.

Tersangka mengaku kepada petugas, ia hanya memukul kepala korban hanya dua kali. Namun, petugas tidak memercayai begitu saja keterangan dari pelaku.

"Kalau pengakuannya dia, dua kali. Tapi kalau dari hasil autopsi ada kerusakan di kepala parah, hancur berkeping, dan analisa kita itu lebih dari 2 kali pemukulan," kata Rudy.

Pihak kepolisian setempat telah memeriksa delapan saksi terkait dengan pengungkapan kasus pembunuhan ini. Para saksi terdiri dari keluarga korban yakni adiknya, pihak yang menemukan mayat korban, pihak yang melaporkan peristiwa ini ke petugas, rekan korban, dan pengusaha makanan tempat korban dan pelaku melakukan buka puasa bersama.

"Keluarga korban otomoatis kaget dan syok, karena korban ini kan janda, anaknya masih kecil, satu orang. Dia kaget kejadian itu sampai terjadi, kok tega membunuh perempuan," kata Rudy.

Sebelumnya diberitakan, seorang mayat wanita berjilbab ditemukan tewas di Bulak Sawah Dusun Cepoko, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Bantul, Jawa Tengah, Rabu, 30 Mei 2018 pagi. Pada bagian kepala korban terdapat luka benda tumpul. 

Saat ditemukan korban menggunakan celana jins warna biru dan kaos lengan pendek warna coklat kuning. Selain itu, mayat wanita ini juga melekat jaket warna merah dan jilbab dengan warna senada dengan kaosnya, yakni coklat dan kaos kaki merah, dan mengenakan sepatu krem. 

Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses autopsi. Dari hasil autopsi diketahui bahwa korban mengalami luka benturan benda tumpul dan pendarahan di bagian kepala.

Pelaku pembunuhan akhirnya tertangkap pada Sabtu, 2 Juni 2018 di Terminal Bus Giwangan, Yogyakarta, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, pelaku yang sedang duduk-duduk bersama teman-temannya, langsung digiring petugas untuk ke rumah pelaku. 

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/5b14fa6bf3774-1528101483-0afd7d657f177e8a072a53b2b626c394.jpg

Di rumah pelaku, petugas menemukan barang bukti berupa motor scoopy milik korban, helm warna ungu dan sebuah telepon selular Samsung J1s milik korban. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Bantul.

Atas tindakan pelaku, petugas menjeratnya dengan 3 pasal berlapis, yakni Pasal 339 tentang pembunuhan dengan pemberatan, Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman penjara minimal 15 tahun.

KOMENTAR
500/500