Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

KBRI Berhasil Hubungi 12 Wanita Korban Perdagangan Manusia ke Cina

Estimasi Baca:
Jumat, 27 Jul 2018 16:25:52 WIB

Kriminologi.id - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana mengatakan, jika Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Cina berhasil menghubungi 12 wanita asal Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia ke negara tirai bambu dengan modus kawin kontrak. 

"Penyidik semalam berkomunikasi dengan korban di Cina, menyebutkan bahwa para korban sudah dihubungi pihak KBRI di Cina," kata Umar Surya di Bandung, Jumat, 27 Juli 2018.

Umar mengatakan, dengan adanya komunikasi dengan para korban, kasus ini segera diselesaikan, termasuk memulangkan mereka ke tanah air.

"Kami berharap para korban bisa dipulangkan oleh Kemenlu karena nasib mereka juga terkatung-katung. Selain itu jika para korban bisa pulang, maka pengungkapan ini bisa dengam cepat terungkap jaringan sindikatnya," ujarnya.

Di sisi lain, kata Umar, untuk mengungkap jaringan sindikat perdagangan manusia dengan modus kawin kontrak tersebut, Polda Jabar sudah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Mabes Polri.

Dia berharap jaringan sindikat ini segera terungkap secepatnya. "Jadi kami berharap semua pihak bisa membantu pengungkapan kasus ini dengan tuntas," kata Umar.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berinisial Y (16), berhasil kabur dari tempat penampungan di apartemen Green Hills, Jakarta. Modus operandi yang dilakukan para tersangka yakni dengan mengiming-imingi para korban agar mau di bawa ke Cina. 

Menurut Y, para tersangka yakni TDD dan YH berperan sebagai broker atau pencari perempuan dengan mengiming-imingi para korban agar mau di bawa ke Cina. 

Keduanya mencari target wanita dengan berkeliling kampung di Jawa Barat. Setelah menemukan target, kemudian pelaku memberi uang Rp 10 juta kepada orang tua korban agar mengizinkan anaknya ke Cina dengan tiga bulan sekali pulang. 

Para korban yang berhasil direkrut dibawa ke apartemen Green Hills di Jakarta. Mereka ditampung dan diurus dokumen untuk keberangkatan ke Cina. Sementara pelaku GCS berperan sebagai perantara mencari pria di Cina. MG

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500