H, perempuan berusia 16 tahun yang tewas gantung diri di Kabupaten Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Keanehan Mayat Wanita Muda Bekasi Usai Gantung Diri, Mata Tak Melotot

Estimasi Baca:
Rabu, 9 Mei 2018 09:22:38 WIB

Kriminologi.id - Tewasnya HN (16) karena gantung diri di sebuah rumah kosong di Perumahan Wahana Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menimbulkan keanehan. Sebab, dari semua mayat kasus bunuh diri, memiliki ciri-ciri yang sama. 

Sementara kondisi mayat gadis berjilbab itu tidak seperti pada umumnya. Semua mayat yang ditemukan usai gantung diri, matanya akan terlihat melotot.

Selain itu, organ tubuh lainnya seperti mulut akan keluar semacam busa di kedua sudut bibir, kiri dan kanan. Sedangkan lidah menjulur keluar. 

Wajah mayat yang tewas karena gantung diri pun membiru. Sementara di sekitar leher terlihat ada bekas luka jeratan tali yang digunakan untuk bunuh diri. 

Ciri-ciri umum lainnya, adanya kotoran air seni, tinja atau sperma pada korban. Ujung jari tangan dan kaki ditemukan bintik.

Semua ciri-ciri fisik tersebut tidak terlihat pada mayat HN yang tewas gantung diri. Fakta itu ternyata dikuatkan salah satu warga Blok G Perumahan Wahana Pondok Ungu, Babelan Kota, Kabupaten Bekasi, sebut saja Ita. 

Ia mengaku melihat langsung saat mayat HN dievakuasi pihak kepolisian. Saat itu, ia mengungkapkan, lidah dan mata HN tidak senormal orang gantung diri.

"Kata orang-orang gantung diri mata melotot sama lidah keluar, cuma HN enggak begitu," kata Ita kepada Kriminologi.id, Selasa, 8 Mei 2018.

Namun, ia tak banyak menceritakan soal keanehan tersebut. Ia lalu menceritakan aktivitas HN sehari sebelum tewas gantung diri.

Malam sebelum kejadian bunuh diri, HN terlihat begitu bahagia usai bermalam minggu bersama kekasihnya yang juga warga Babelan, Kabupaten Bekasi. "Saya lihat itu dia baru balik jam 12 malem pulang pacaran, biasa-biasa saja kelihatan senang," ujarnya. 

Keesokan harinya aktifitas HN seperti biasa, mulai pagi mengajak main keponakanya yang masih berusia tujuh tahun di lapangan tepat di dekat ia ditemukan tewas gantung diri.

"Sampe jam 10 itu normal aja, jam 11 dia ke warung buat jajan, abis itu pulang lagi, tapi jam 12.30 WIB H malah ditemukan tewas tergantung," katanya.

Kasie Humas Polsek Babelan, Bripka Anwar Fadillah mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus bunuh diri HN.

"Kami belum tau soal asmara atau karena hal lain, masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Ketua RT 10, Karyanto, mayat HN pertama kali ditemukan beberapa warga yang mengambil alat kerja bakti di rumah keluarga HN. Melihat pintu sudah terbuka, mereka langsung masuk melalui pintu depan.

"Pas sampai di kamar belakang warga ngeliat HN sudah tergantung, tali disangkutin di lubang jendela. Ngeliat itu langsung itu warga teriak minta tolong, langsung warga pada datang ke lokasi," kata Karyanto saat dikonfirmasi, Senin, 7 Mei 2018.

Menurut Karyanto, Hani baru beberapa tahun tinggal kawasan Pondok Ungu. Ia sendiri mengaku tak mengenal baik HN.

HN merupakan seorang remaja yang putus sekolah. Sehari-hari ia tinggal bersama dengan saudaranya. Sementara kedua orang tuanya sudah lama berpisah. Ibunya meninggal beberapa tahun lalu, sedangkan bapaknya berada di Ciamis, Jawa Barat.

Karyanto mengatakan, Hani kerap terlihat bermain dengan teman-temanya yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD). Hani jarang bermain dengan teman seusianya.

 DM
KOMENTAR
500/500