Stefanus bersama Laura Ladellaine korban pembunuhan di Tambora Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Keintiman Laura dan Stefanus Terabadikan dalam Jejak Digital Sosmed

Estimasi Baca:
Senin, 7 Mei 2018 12:25:39 WIB

Kriminologi.id -  Stefanus (25) dengan sadis menghabisi nyawa calon istrinya Lauren (41) dengan cara dibunuh dengan pisau sebanyak empat tusukan. Tidak hanya sampai di situ, Stefanus juga membakar tubuh Lauren yang kaku itu dan membuangnya di Pantai Karang Serang, Sukadiri, Tangerang.

Sebelum peristiwa keji tersebut, keduanya terlihat mengumbar kemesraan di dunia maya. Jejak digital keduanya begitu intim terlihat, baik di sosial media yang dimiliki Laura maupun Stefanus.

Melihat identitasnya di sosial media, terlihat Lauren merupakan mahasiswa pascasarjana alias S2 di Edith Cowan University (ECU). Kampus Laura berlokasi di Perth, yang berada di wilayah barat Australia.

Di sosial media tersebut, terlihat Laura telah menjalin hubungan dengan Stefanus sejak 17 Agustus 2017 atau bersamaan dengan perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Selebihnya tidak informasi terkait Laura.

Sementara Stefanus dalam sosial medianya, merupakan mahasiswa Universitas Bunda Mulia, jurusan Multi Media dan Web Designe. Disebutkan juga Stefanus tengah menjalin hubungan dengan Laura.  

Dalam jejak digital itu, keduanya kerap menampilkan keintiman. Bahkan, Stefanus menampilkan foto Laura dalam sampul muka alias cover di media sosialnya.

Keintiman juga terlihat ketika mengabadikan foto keduanya tengah menggenggam tangan dengan disinari lilin kecil berselimut gelas kaca.

Stefanus bersama Laura Ladellaine korban pembunuhan di Tambora Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id
Stefanus bersama Laura Ladellaine korban pembunuhan di Tambora Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Sebelumnya, Kapolsek Tambora Iver son Manossoh mengungkapkan, Laura dan Stefanus akan menikah pada Agustus mendatang. Bahkan keduanya sudah melakukan foto pre-wedding pada 2 Mei kemarin.

"Rencana menikah kan nanti pada bulan Agustus. Mereka sudah melaksanakan pra-wedding pada hari Rabu, 2 Mei 2018, tepat sehari sebelum calon istrinya dibunuh oleh calon suaminya," kata Iverson kepada Kriminologi.id, Minggu, 6 Mei 2018.

Ia menjelaskan, sebelum tewas dibunuh dan dibakar, Laura dan Stefanus terlibat cekcok mulut. Permasalahan utama keduanya ribut adalah Laura yang menuding keleuarga Stefanus tidak ikut andil dalam pendanaan rencana pernikahan keduanya.

"Karena biaya pernikahan Rp 250 juta seluruhnya ditanggung pihak keluarga perempuan. Korban (Laura) sebagai pihak perempuan terus-terusan menyinggung masalah tersebut sehingga tersangka (Stefanus) sebagai calon suami membunuhnya," katanya.

Pembunuhan itu terjadi saat keduanya cekcok mulut. Saat itu, Laura marah besar terhadap Stefanus. Tak mampu membendung emosi, Laura beranjak ke kamarnya dan menodongkan pisau.

Di hadapan Stefanus, Laura mengancam akan membunuhnya. Ancaman itu membuat emosi Stefanus ikut tersulut. Akhirnya, ia merebut pisau dari genggaman pacarnya lalu menusuknya hingga tewas.

Belum puas setelah menusuk calon istrinya, Stefanus juga membakar mayat Laura. Setelah membakarnya, Stefanus membuang mayat Laura di pesisir pantai Desa Karang Serang, Sukadiri, Tangerang. Mayat korban ditemukan warga sekitar beberapa jam kemudian. 

Laura (41) tewas dibunuh calon suaminya sendiri Stefanus (25) di Jalan Alaydrus No 69, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, 3 Mei 2018 sekitar pukul 13.00 WIB.

Mayat Lauraa yang bersimbah darah ini dibakar lalu dibawa menggunakan mobil pribadinya ke Pantai Karang Serang, Sukadiri, Tangerang. Mayat korban ditemukan warga sekitar beberapa jam kemudian.

Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500