Ilustrasi perempuan trauma. Foto: Unsplash.com

Komnas Perempuan: Begal Payudara Bisa Jadi Teror Buat Perempuan

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 10:26:59 WIB

Kriminologi.id - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan mendesak kepolisian agar menangkap pelaku kasus pelecehan seksual atau begal payudara yang menimpa ATN (20). Pasalnya Komnas Perempuan memandang jika kasus tersebut berantai akan menyebabkan teror bagi perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan, Adriana Venny Aryani mengatakan, kasus pelecehan seksual seperti yang dialami ATN tersebut bisa menjadi teror bagi perempuan lain karena ketakutan akan dilecehkan.

“Kami minta kasusnya seperti itu segera ditangani pihak kepolisian. Karena kalau berantai seperti teror, kami mendorong polisi untuk menangkap pelaku. Karena bagi perempuan ini seperti teror,” ujar Adriana kepada Kriminologi.id, Rabu, 25 Juli 2018.

Selain itu Adriana juga meminta kepada korban untuk melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya kepada pihak Komnas Perempuan. Hal itu guna pemulihan trauma yang dialami korban terkait peristiwa itu.

“Mendorong korban pengaduan ke Komnas Perempuan. Bisa lewat email, telepon. Nanti akan ditanya apa kebutuhannya apa. Kalau pelecehan biasanya korban itu trauma, akan di bantu merujuk pemulihannya,” ujar Adriana.

Menurut Adriana, kasus pelecehan seksual yang didata Komnas PA tidak spesifik bentuk pelecehan seksual yang dialami perempuan. Namun secara umum data yang ada di lembaga tersebut cukup tinggi.

“Tidak spesifik pelecehan dipegang payudara, yang dimasukkan pelecehan secara umum. Kayak kasus kekerasan perempuan di ranah publik untuk pencabulan sekitar 76. Pelecehan seksual tak kalah banyak 704 kasus di ranah publik di Indonesia per tahun,” ujar Adriana.

Pelecehan seksual dengan cara meremas payudara korban yang viral dengan sebutan begal payudara, terjadi di kawasan Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok, Jawa Barat. Peristiwa itu menimpa ATN, seorang mahasiswi dan juga seorang penjual kue.

Menurut pengakuan korban pelaku meremas payudara korban sebanyak tiga kali. Tak hanya itu, ATN juga mengaku dipukul pelaku dan diperlihatkan alat vital korban.

ATN, selain sebagai penjual kue merupakan mahasiswi Teknik Mesin di Universitas Gunadarma. ATN masuk ke kampus tersebut melalui jalur beasiswa. Selain berjualan, di sela kekosongan waktunya ATN mengajar les privat Bahasa Inggris untuk anak-anak Sekolah Dasar atau SD di sekitar kos.

Reporter: Achmad Sakirin
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500