Ilustrasi perempuan korban pelecehan seksual. Foto: unsplash.com

Komnas Perempuan: Pelaku Begal Payudara Depok Alami Gangguan Jiwa

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 14:05:14 WIB

Kriminologi.id - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan menilai banyak korban pelecehan seksual yang enggan melaporkan kasus yang dialami. Komnas Perempuan juga menganggap pelaku pelecehan seksual terhadap ATN (20) di Depok, Jawa Barat, mengalami gangguan kejiwaan.

Komisioner Komnas Perempuan, Adriana Venny Aryani mengatakan, pelaku pelecehan seksual yang cenderung mengeluarkan alat kelamin, seperti yang dialami ATN, merasa terpuaskan dengan perilaku tersebut.

Pelaku sepertinya mengidap gangguan kejiwaan. Karena senang memamerkan alat vitalnya kepada korban. Kalau peremuan kaget lalu teriak nagis, dia merasa terpuaskan,” ujar Adriana kepada Kriminologi.id, Rabu, 25 Juli 2018, melalui sambungan telepon.

Adriana juga mendorong pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak menjadi teror terhadap perempuan lain karena pelaku pelecehan itu masih berkeliaran.

“Hukum harus ditegakkan. Pelaku harus dikejar supaya teror tidak menyebar. Perempuan takut kalau pelaku masih berkeliaran,” ujar Adriana.

Menurut Adriana, korban pelecehan seksual di Indonesia masih cukup besar, namun korban enggan melaporkan kasus tersebut karena menganggapnya sia-sia.

“Memang sebagian besar dari korban tidak mau melapor, capek lapor, semua orang tahu banwa saya korban. Karena pelcehan seksual susah dibuktikan. Korban menganggap kayaknya sia-sia. Baru setelah ada korban lain kemudian melapor,” ujar Adriana.

Dalam kasus pelecehan seksual tersebut, Adriana mendorong soal pembuktian dari kesaksian korban dipermudah. Selain itu dia juga mengingatkan pihak kepolisian agar korban pelecehan seksual harus ditangai polisi perempuan.

“Kalo sampai polisi, ke Polres ke unit PPA, kadang korban kalau disuruh lapor ke polisi laki-laki seperti lihat pelaku. Sebaiknya korban pelecehan seksual harus ditangani polisi perempuan. Supaya lebih nyaman,’ ujar Adriana.

Diberitakan sebelumnya, pelecehan seksual dengan cara meremas payudara korban yang viral dengan sebutan begal payudara, terjadi di kawasan Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok, Jawa Barat. Peristiwa itu menimpa ATN, seorang mahasiswi dan juga seorang penjual kue.

Menurut pengakuan korban pelaku meremas payudara korban sebanyak tiga kali. Tak hanya itu, ATN juga mengaku dipukul pelaku dan diperlihatkan alat vital korban.

ATN, selain sebagai penjual kue merupakan mahasiswi Teknik Mesin di Universitas Gunadarma. ATN masuk ke kampus tersebut melalui jalur beasiswa. Selain berjualan, di sela kekosongan waktunya ATN mengajar les privat Bahasa Inggris untuk anak-anak Sekolah Dasar atau SD di sekitar kos. AS

Reporter: Achmad Sakirin
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500