Ilustrasi Perdagangan Orang. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Korban Trafficking Jalani Perawatan Akibat Penganiayaan Suami Kontrak

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 10:55:55 WIB

Kriminologi.id - Salah satu korban perdagangan orang dengan cara kawin kontrak menjalani perawatan di rumah sakit di Provinsi Yuan, Cina. Korban yang belum diketahui identitasnya itu disebut mengalami luka pada bagian tubuhnya karena kerap mendapat penganiayaan dari suami kontraknya. 

Direskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Polisi Umar Surya Fana, mengatakan informasi yang menyebut adanya seorang korban yang dirawat di rumah sakit diketahui dari pihak kepolisian yang ditempatkan di Kedutaan Besar Indonesia di Cina. Dari informasi petugas polisi tersebut, korban dirawat sudah tiga hari yang lalu. 

“Untuk kasus ini, pihak Polda Jabar menunggu instruksi Mabes Polri. Pasalnya, ini melibatkan negara lain. Di sana kami memiliki SLO Polisi Indonesia yang ada di KBRI China, kemarin dikabarkan satu korban TPPO masuk ke rumah sakit, karena luka di tubuhnya,” kata Kombes Umar usai menjalani Apel Among Raga Lodaya dalam rangka pengamanan Asian Games, pada Jumat, 3 Agustus 2018.

Umar menjelaskan, korban perdagangan orang yang kini dirawat di rumah sakit di Cina karena mengalami luka akibat dianiaya suami kontraknya. Untuk memulangkan korban, Polda Jabar saat ini terus berkoordinasi dengan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) dalam menangani kasus tersebut.

“Informasi dari interpol demikian, apakah ini suami kontrak atau dalam tanda kutip masih kita dalami,” katanya.

“Koordinasi dengan Kemenlu, terus dilakukan dengan target memulangkan para korban TPPO.”

Umar menegaskan, langkah utama dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang ini yakni dengan menyelamatkan dan membawa pulang korban terleebih dahulu. Sebab, keberadaan mereka murni lantaran ditipu oleh para broker yang menjajikan pekerjaan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, 12 wanita dari berbagai daerah di Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi korban perdagangan orang melalui modus kawin kontrak di Cina. Saat ini, sebanyak tiga tersangka telah diamankan.

Mereka antara lain dua warga negara Cina dan seorang warga Indonesia yang bertugas sebagai broker pencari wanita. AS

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500