Ilustrasi perdagangan manusia. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Korban Trafficking Modus Kawin Kontrak Tersebar di 2 Provinsi Cina

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 14:20:02 WIB

Kriminologi.id - Para wanita Indonesia yang menjadi korban perdagangan orang bermodus kawin kontrak saat ini tersebar di dua provinsi di Cina, yakni Yunan dan Shensen. Mereka yang berjumlah 11 orang kini berada dalam pengawasan Kedutaan Besar RI di Cina. Sementara satu korban lainnya sudah pulang ke Indonesia pada Rabu, 1 Agustus 2018.

“Kami akan memulangkan para korban tersebut. Hal itu menjadi fokus kami saat ini. Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenlu dan Imigrasi. Ini masih terus kita lakukan,” kata Direskrimum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 3 Agustus 2018.

Umar mengakui tak mudah untuk memulangkan mereka. Sebab ada kendala dokumen visa yang dimiliki para korban. Untuk berada di Cina berstatus menikah dengan warga setempat, mestinya para korban memiliki visa khusus nikah. 

“Namun, ternyata mereka ini punya visa bukan untuk khusus nikah. Perjanjian dua negara dalam pernikahan mengharuskan ada visa nikah. Para korban jelas melakukan pelanggaran. Mereka harus melapor ke KBRI Indonesia di Cina,” ujarnya.

Dengan kondisi yang demikian, kata Umar, kepolisian apa pun caranya degan terpaksa menggunakan cara yang naif yakni dengan mendeportasi para korban untuk bisa pulang ke Indonesia. 

"Jika dianggap deportasi bisa memulangkan mereka, maka akan kita pulangkan dengan deportasi," ujarnya.

Sebelum mendeportasi para korban perdagangan orang, KBRI Indonesia akan mencabut terlebih dahulu paspor dan visa korban. Selanjutnya, Kepolisian Cina berhak mendeportasi warga negara asing yang tak memiliki dokumen kenegaraan resmi.

"Cara cara yang cepat untuk memulangkan 11 korban, kita tempuh terus. Kalau bisa dua jam dipulangkan cepat, kita pulangkan. Masalahnya antar negara, dan ada sistem yang harus ditempuh. Saya berharap semua pihak di Cina (kedutaan, imigrasi, dan interpol) bisa bekerjasama dengan baik,” ujarnya.

Terkait para korban perdagangan orang modus kawin kontrak yang berhasil dipulangkan hingga kini baru seorang saja. Sementara 11 korban lainnya masih berada di Cina menunggu proses negosiasi pemulangannya ke Indonesia.

“Saat ini tinggal 11 orang, 1 orang sudah pulang ke Indonesia. Saya lupa namanya, pulangnya kemarin Rabu,” kata Umar. 

RZ

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500