Rizkia Madawiyah korban bunuh diri di Jatirangon, Bekasi. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kronologi Ibu Muda Gantung Diri di Bekasi, Niat Kerja Dilarang Suami

Estimasi Baca:
Sabtu, 4 Ags 2018 17:05:24 WIB

Kriminologi.id - Nasib nahas dialami Rizkia Mandawiyah alias Kiki (18). Ibu muda ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Usut punya usut, dugaan Kiki bunuh diri karena tekanan ekonomi dan juga kekerasan fisik yang diperlakukan suaminya, Andre (18).

Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id di lapangan, Kiki bunuh diri setelah malamnya ribut dengan suami. Keributan tersebut lantaran keinginan Kiki bekerja untuk menutupi kebutuhan hidupnya mendapat larangan dari suami.  

Pernikahan pasangan muda ini telah dikarunia anak balita berusia 1,5 tahun. Kiki sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan ASI nya yang sudah tidak keluar. Sehingga balita itu diberikan susu formula. 

Kondisi demikian yang memicu Kiki ingin bekerja agar dapat meringankan biaya membeli susu formula. Idenya untuk meringankan beban hidup ternyata tak mendapat sambutan dari suami.

"Mereka punya anak dan butuh susu karena ASI-nya Kiki gak keluar, dari situ Kiki pengen kerja, tapi gak diizinin suaminya," kata Aswin, Ketua RT setempat kepada Kriminologi.id, Bekasi, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Jumat, 3 Agustus 2018, Kiki ditemukan gantung diri di dapur rumah mertuanya. Aksi mengakhiri hidup tak wajar itu dilakukan setelah rumah mertuanya sepi.

Andre sang suami sudah berangkat kerja dan ibu mertua keluar rumah belanja sayuran. Kematian tragis Kiki diketahui sekitar pukul 10.00 WIB, saat ibu mertuanya kembali ke rumah.

Saat masuk ke dalam rumah, wanita itu mendapati pintu rumah dalam kondisi terkunci. Beberapa kali pintu diketuk, namun Kiki tak juga merespons. 

Ibu mertuanya pun meminta bantuan warga mendobrak pintu rumahnya. Ketika pintu terbuka, mertua dan warga yang membuka paksa pintu kaget melihat Kiki sudah meninggal dalam keadaan tergantung di dapur rumahnya.

Ibu mertua langsung menghubungi Andre yang saat itu dalam perjalanan kerja ke Jakarta. Sedangkan warga lainnya melaporkan ke Ketua RT setempat yang meneruskan ke polisi. 

Fakta kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suami pun muncul dari laporan warga. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku beberapa kali menyaksikan Kiki diperlakukan kasar oleh suaminya.

"Ributnya di luar, kan suaminya itu tipe cemburuan, hampir mau ditabrak sama motor. Kalau masalahnya apa kita kan gak tau apa, tapi kalau berantem ya begitu," ujar ibu yang meminta namanya disembunyikan, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Menurut ibu tadi, Kiki mendapat perlakukan kasar di rumah mertuanya di Gang Perahu, Jatiranggon. Perlakuan itu juga pernah disaksikan ibu kandung korban.

"Ibunya Kiki, Mba AS itu sampai nangis-nangis gak kuat liat anaknya digituin," katanya.

Ketua RT 07 Jatirangon, Aswin mengatakan warga memang kerap melihat pasangan muda yang sudah mempunyai seorang anak laki-laki berusia 1,5 tahun tersebut bertengkar.

Di mata warga, Andre merupakan pemuda yang memiliki sifat cemburu. Andre juga kerap main tangan terhadap istrinya di rumah mertuanya, AS.

"Disini aja berani apalagi di rumah sana (rumah orang tua Andre)," kata Aswin. MG

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500