Cuplikan video KDRT di Depok, Istri Dipaksa Jilat Jempol Kaki Suami. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kronologi Istri Jilat Jempol Kaki Suami, Disaksikan Anak Sendiri

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 05:05:07 WIB

Kriminologi.id - Seorang istri bernama Nurul Amelia alias Atun diminta paksa menjilati jempol kaki suaminya, Prima Hadi Waspada atau Adoy. Peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut terjadi pada Senin sore, 23 Juli 2018. Adoy menyuruh istrinya berbuat demikian disaksikan oleh anaknya sendiri berinisial S. 

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang tetangga korban yang biasa disapa Bude Elin saat ditemui Kriminologi.id di Kampung Bojong Lio, RT 03 RW 20, Sukamaju, Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Kronologinya, berdasarkan penuturan Bude Elin, bermula ketika pada Senin, 23 Juli 2018 sekitar pukul 14.00 WIB Adoy mengajak anaknya berinisial S ke sebuah tempat biliar yang terletak di Depok, Jawa Barat. Tiga jam berselang atau sekitar pukul 17.00 WIB, Adoy meminta Atun untuk menjemputnya. 

Semula Atun meminta tolong kepada anak dari Bude Elin untuk mengantarkannya ke tempat biliar tersebut. Namun, Bude Elin melarang anaknya. Alasannya, Bude Elin tak ingin anaknya menginjakkan kaki ke tempat biliar di mana Adoy dan anaknya S berada.  

“Pas mau jemput, Atun sempet minta antar sama anak saya (Elin), tapi saya larang karena saya engga mau anak saya ikut-ikutan main ke tempat biliar. Jadi, Atun berangkat sendiri naik ojek online,” kata Bude Elin kepada Kriminologi.id di Depok, Jawa Barat, pada Rabu, 25 Juli 2018.

Sesampainya di tempat biliar yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Beji, Depok, Atun diperlakukan kasar oleh Adoy di hadapan anak mereka. Atun yang saat itu tepat berada di tempat biliar lantai 2 dipaksa mengaku berselingkuh. 

“Dia dipukuli sama Adoy di depan anak pertamanya. Karena Atun takut, terpaksa dia ngaku selingkuh, padahal engga. Justru Adoy yang selingkuh. Gara-gara Atun curhat sama Fikri, Adoy yang malah nuduh Atun selingkuh," ujar Bude Elin.

Mendapat penganiayaan dari suaminya, Atun bergegas pulang meninggalkan arena biliar. Karena Atun tak memiliki ongkos, ia memilih berjalan kaki. Namun, Atun tak langsung pulang ke rumah. Ia memutuskan untuk pergi ke rumah sahabatnya Fikri. 

“Rumahnya si Fikri jauh di Jalan STM Mandiri, sementara tempat biliarnya setahu saya di Beji, belakang ITC Depok. Jadi, Atun jalan kaki dari tempat biliar, terus ke depan ITC naik jembatan penyebrangan, turun lanjut jalan lagi ke STM Mandiri,” tururnya.

Tanpa sepengetahuan Atun, Adoy ternyata membuntutinya dari belakang. Ketika tiba di sekitar rumah Fikri, Atun dipaksa berbalik arah oleh suaminya. Tak hanya memaksa Atun balik kanan, Adoy bahkan juga sempat memukul Fikri.

“Sebelum nyampe rumahnya Fikri, Atun ngasih tahu supaya nunggu di sekitaran rumahnya saja. Ternyata Adoy mengikuti dari belakang. Setelah bertemu Fikri, Atun bilang mau diantar pulang. Tapi tiba-tiba Adoy datang nyuruh Atun balik arah lagi. Dia juga mukul Fikri pakai helm. Lalu Atun disuruh jalan kaki 2,3 kilometer, sedangkan Adoy naik motor sambil boncengin anaknya,” ujarnya. 

Di tengah jalan, Adoy memaksa Atun untuk berhenti. Lalu duduk di depan salah satu tempat makan cukup ternama yang menyediakan masakan khas daging babi rica-rica. Di tempat tersebutlah, Atun mengalami siksaan bertubi-tubi.

“Sepanjang jalan itu, Atun ditendang sama Adoy sambil boncengin anaknya. Nah, pas sampai depan rumah makan, Atun disiksa lagi,” ujar Bude Elin.

Selain ditendang dan dipukuli, Atun juga ditimpuk kunci oleh suaminya. Tak lama berselang, Adoy memaksa Atun untuk menjilati jempol kakinya. Padahal, saat itu Adoy tengah bersama anaknya S. 

“Astagfirulloh saya saja pas lihat videonya tidak tega,” kata Bude Elin. “Sedih banget saya pas lihat videonya. Itu si Adoy maksa-maksa Atun di depan anaknya sendiri. Kedengeran suranya kok pas dia bilang 'jilatin jempol kaki gue, yang dalem, jilat kuku jempol kaki gue', aduh tega banget itu orang.” 

Tidak cukup sampai di situ, Adoy yang belum puas menganiaya kemudian membawa istrinya kembali ke tempat biliar pada malam harinya. Di lantai 2 salah satu tempat biliar di Depok, Atun dipaksa menanggalkan seluruh pakaiannya.

“Pas diajak ke tempat biliar lagi, Atun disuruh buka baju semuanya. Saya yakin Atun menangis, ketakutan, tapi tidak bisa apa-apa. Adoy membuang bajunya Atun ke luar. Atun mau teriak juga tidak bisa karena diancam Adoy,” kata Bude Elin. 

“Waktu Atun cerita ke anak saya, Adoy bilangnya gini, 'awas lo kalo berani teriak-teriak gue pukul, jangan teriak-teriak', ya Atun cuma bisa menangis.”

Beruntung, ketika di saat Atun ketakutan ada seorang pengunjung pria berdarah Ambon yang mendekatinya. Bude Elin mengaku tidak tahu siapa orang tersebut. Yang jelas, pria Ambon itu sempat bertanya kepada Atun penyebabnya mendapat perlakuan demikian. Atun menjawab karena takut kepada suaminya. 

Akhirnya, pria berdarah Ambon tersebut mengantarkan Atun pulang ke rumahnya. Keluarga yang ada di rumah pun terkejut ketika melihat Atun datang sudah dalam kondisi badan penuh luka memar. TD

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Tito Dirhantoro
Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500