Ferin Diah Anjani korban yang ditemukan tewas hangus terbakar di kawasan hutan jati Blora, Jawa Tengah. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kronologi Pembunuhan Ferin Diah Anjani, Tewas Dibakar Teman Kencan

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 20:55:17 WIB

Kriminologi.id - Kristian Ari Wibowo membunuh dan membakar tubuh Ferin Diah Anjani, wanita cantik yang dikenalnya melalu media sosial. Jasad Ferin ditemukan dalam kondisi mengenaskan, hangus terbakar di kawasan hutan jati, Blora, Jawa Tengah. 

Pelaku yang merupakan manajer hotel di Semarang ditangkap setelah polisi mendapat kepastian identitas korban dari keluarga.

Kronologi pengunakapan kasus ini bermula dari seorang petani yakni Kosin bin Masrukin (25), sekitar pukul 06.30 Wib pada Rabu, 1 Agustus 2018, berangkat dari rumahnya menuju penggilingan tebu tempatnya bekerja. 

Sekitar tiga puluh menit kemudian, dalam perjalanannya itu tepatnya di jalan hutan petak 133 D, ia terkejut dengan adanya sosok jasad yang tertelungkup di pinggir jalan sebelah timur tersebut. Warga Desa Kedungwaru itu melihat seluruh tubuh jasad itu sudah hangus terbakar. 

Melihat peristiwa itu, ia tidak menghentikan langkahnya. Ia takut. Ia bergegas melanjutkan perjalanannya ke penggilingan tebu di Desa Sendanwates, Blora. Sesampainya di tempat kerjanya, ia memberitahukan temuannya itu kepada rekannya Parmo bin Parmin (49). 

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/polres-blora-melakukan-penyelidikan-terhadap-1533814103.jpg

Keduanya lalu kembali ke lokasi temuan tersebut untuk memastikan apakah benar itu yang tergeletak hangus terbakar itu mayat dengan luka bakar ataukah boneka.

Sesampainya di lokasi tersebut, kedua saksi memastikan bahwa jasad tersebut merupakan mayat perempuan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Keduanya, lalu melaporkan kejadian ini ke kepala desa setempat.

Kemudian, Kepala Desa Sendangwates yakni Suparjo bin Ronolasio (56) melaporkan kejadian ini ke Polsek Kunduran. Petugas dari Polsek Kunduran dan Puskesmas Kunduran, serta tim identifikasi dari Polres Blora datang dan melaksanakan olah TKP.

"Berdasarkan pemeriksaan, korban mengalami luka bakar 100%, tangan kiri patah di pergelangan, kaki kiri patah di pergelangan bawah, kedua tangan mengepal tinggal tulang, perut terbuka dan organ keluar, serta telingan hilang, sehingga tampak tengkorak," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah AKBP Agus Triatmojo melalui sambungan telepon kepada Kriminologi.id, Kamis, 9 Agustus 2018.

Kemudian, korban dibawa ke RSU Blora untuk dilakukan autopsi. Untuk mengungkap identitas korban, polisi melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Karena tak kunjung menemukan identitas, petugas kepolisian Polres Blora yang mengevakuasi mayat tersebut lalu menguburkan mayat di Taman Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Identitas korban mulai terungkap setelah ada laporan orang hilang di Polrestabes Semarang. Ciri-ciri orang hilang yang dilaporkan tersebut ternyata memiliki kemiripan dengan mayat wanita yang ditemukan di Blora. 

Dengan berbekal kemiripan tersebut, Polres Blora lalu mendatangi alamat rumah pelapor di Semarang untuk melakukan pencocokan. Usai bertemu dengan keluarga pelapor, polisi mendapat titik terang identitas mayat wanita hangus terbakar itu ternyata adalah Ferin Diah Anjani, warga Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang, Kota Semarang.

Keluarga yang ditemui meyakini mayat wanita tersebut adalah Ferin setelah melihat barang-barang yang ditemukan polisi saat mengevakuasi mayat tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi dan barang bukti di TKP, petugas akhirnya berhasil membekuk tersangka yakni Kristian Ari Wibowo (31) di kosannya.

"Pelaku tertangkap tanggal 6 Agustus 2018 sekitar pukul 21.00 Wib, di kosannya," kata Agus. 

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/pelaku-pembakaran-ferin-foto-polres-1533814029.jpg

Terkait dengan profesi pelaku sebagai manajer front office di salah satu hotel di Gombel, Semarang, pihaknya membenarkan hal ini. Sedangkan profesi yang ditekuni korban diduga sebagai Sales Promotion Girl (SPG) atau caddy golf.

Motif pelaku membunuh korban dengan cara membakar, kata Agus, karena pelaku ingin menguasai harta korban. Agus menjelaskan, hubungan antara pelaku dan korbannya adalah teman kencan. Keduanya berkenalan melalui media sosial pada akhir Juli 2018.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/polres-blora-merilis-kasus-pembunuhan-1533820077.jpg

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti yakni dua buah anting-anting, sebuah botol pulpy orange berisi bekas BBM, plastik, kain hitam, dan korek api. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit SPM Mio warna merah nopol H 4454 BA, sebuah helm warna hitam merk BMC, dan satu unit KBM Honda Jazz nopol H 8597 EH. 

Pelaku terjerat dengan Pasal 340 KUHP Subsider pasal 338 KUHP lebih Subsider pasal 365 ayat (1) dan (3) KUHP.  RZ

Reporter: Yenny Hardiyanti
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500