Kronologi Pembunuhan Jumiati di Bantul, Begini Kejanggalannya

Estimasi Baca :

Ilustrasi mayat wanita (02/05/2018). Ilustrasi: Tribratanews - Kriminologi.id
Ilustrasi mayat wanita (02/05/2018). Ilustrasi: Tribratanews

Kriminologi.id - Tewasnya perempuan berjilbab di Bantul yakni Jumiati (33) warga Dusun Depok, Gilangharjo, Pandak, Bantul menyisakan tanya. Ia dipukul teman lelakinya yakni Supriyono (47) warga Mandungan II 002/26 Margoluwih, Seyegan, Sleman, Yogyakarta dengan menggunakan potongan kayu besar.

Ia ditemukan tewas tergeletak dan terluka di bagian kepala di dekat sebuah bangunan di area persawahan di Dusun Cepoko, Trirenggo, Bantul.

Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo, kepada Kriminologi.id pada Selasa, 5 Juni 2018 siang mengatakan, keduanya berkenalan melalui media sosial Facebook pada 24-25 Mei 2018. Pada hari itu, mereka langsung melakukan kopi darat alias bertemu langsung.

Berikut kronologinya yang dirangkum Kriminologi.id yang di dalamnya mengungkap serangkaian kejanggalan:

24-25 Mei 2018

Jumiati dan Supriyono bertemu kenalan di Facebook dan melakukan pertemuan di dunia nyata. 

26 Mei 2018

Sejak berkenalan keduanya melakukan komunikasi intens. Pada tanggal tersebut, mereka kembali bertemu untuk kedua kalinya.

27 Mei - 28 Mei 2018

Keduanya tidak melakukan pertemuan.

29 Mei 2018

 

29 Mei 2018
Jumiati dan Supriyono janjian untuk bertemu di pertigaan Cepit, Bantul. Kemudian, keduanya menggunakan motor masing-masing berjalan ke arah depan RS PKU Muhammadiyah Bantul untuk buka puasa bersama. Setelah itu dengan menggunakan motor korban Scoopy hitam, keduanya mengarah ke alun-alun Yogyakarta. Dari tempat makan ke alun-alun Yogyakarta sekitar 30 menit. Sembari berputar-putar, pelaku menemani korban mengambil nota pembelian atas penjualan minuman kemasan Migros.

Sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku mengantarkan korban pulang dengan menggunakan sepeda motor korban. Sepanjang perjalanan, dari arah alun-alun ke rumah korban, keduanya sudah terlibat cekcok. Sampai di Dusun Cepoko, sebelum di areal persawahan, tepatnya di sebelah jembatan, keduanya berhenti dan turun dari motor. Keduanya pun bertengkar hebat, sampai korban memukul muka tersangka menggunakan helm. 

Barang bukti pembunuhan wanita di Bantul
Barang bukti pembunuhan wanita di Bantul

Usai cekcok pertama, keduanya melanjutkan perjalanan. Perjalanan terhenti di sebuah tempat atau bangunan yang belum jadi karena korban ingin buang air kecil. Kali ini keduanya bertengkar kembali. Saat cekcok mulut itulah pelaku mengambil potongan batang pohon sepanjang 1 meter yang menjadi jembatan di atas parit dan memukul kepala bagian belakang korban. 

Terkait dengan pelaku menginjak wajah korban, tidak ada pengakuan dari pelaku. Pelaku dan korban sampai di TKP sekitar pukul 21.30-22.00 WIB. 

Di TKP, petugas menemukan tetesan darah korban yang menempel di kayu tersebut. Namun, darah tidak mengalir deras di kepala korban karena kemungkinan luka dalam.

Lokasi TKP dengan rumah korban hanya berjarak sekitar 15 menit. Sedangkan dari TKP ke rumah pelaku sekitar 30 menit hingga 1jam.

Terkait alasan pelaku mengantar korban pulang, kemungkinan dia merasa bertanggung jawab karena hari sudah larut.

 

30 Mei 2018 

Pada pukul 05.30 WIB, warga menemukan mayat korban yang tergeletak di dekat rangka bangunan semen, tepatnya di Bulak Sawah Dusun Cepoko, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul.

Saat ditemukan korban menggunakan celana jins warna biru dan kaos lengan pendek warna coklat kuning. Selain itu, di tubuh mayat wanita ini juga melekat jaket warna merah dan jilbab dengan warna senada dengan kaosnya, yakni coklat dan kaos kaki merah. Ia juga mengenakan sepatu krem. 

Atas laporan warga, kemudian petugas setempat langung mengevakuasi mayat tersebut ke RS Bhayangkara untuk proses visum dan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Menurut hasil visum, kepala korban hancur karena pukulan benda tumpul.

Sekitar pukul 11.00 WIB, petugas mendatangi rumah korban dan bertemu dengan pihak keluarga. Petugas mengatakan korban telah tewas karena kecelakaan.

Pelaku pembunuhan wanita di Bantul, Foto: Ist
Pelaku pembunuhan wanita di Bantul, Foto: Ist

2 Juni 2018

Polres Bantul menangkap pelaku yakni Supriyono di terminal bis Giwangan, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, pelaku tengah asyik duduk bersama teman-temannya. Kemudian petugas menggiring pelaku ke rumahnya. 

Di rumah pelaku, petugas menemukan harta benda korban yang menjadi barang bukti, yakni motor scoopy, helm warna ungu, dan telepon selular merek Samsung J1s. 

Dalam pemeriksaan, petugas mengetahui bahwa telepon genggam milik korban sempat dimainkan oleh anak pelaku. Pelaku bertugas sebagai tenaga kontrak di bagian petugas kebersihan di beberapa SMK di Yogyakarta. Pelaku sudah bekerja sekitar 2 tahun. Ia berkeluarga dan memiliki satu anak berusia 7 tahun.

Sementara korban merupakan janda cerai hidup. Anaknya satu perempuan berusia 12 tahun. Korban dan anaknya masih tinggal dengan orang tua korban.

5 Juni 2018

Hingga saat ini, Polres Bantul sudah memeriksa sedikitnya 8 saksi untuk mengungkap peristiwa pembunuhan ini. Para saksi tersebut berasal dari keluarga korban yakni adiknya, warga yang menemukan mayat korban, warga yang melapor mayat korban ke kepolisian, dan pihak rumah makan tempat terakhir kali pelaku dan korban makan bersama. 

Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Bantul. Petugas juga sedang mencari pengacara untuk pelaku. Dan, petugas masih mendalami motif pembunuhan ini agar dapat segera menyerahkannya ke kejaksaan. 

Atas tindakan pelaku, petugas menjeratnya dengan 3 pasal berlapis, yakni Pasal 339 tentang pembunuhan dengan pemberatan, Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman penjara minimal 15 tahun. DP

Baca Selengkapnya

Home Renata Wanita Kronologi Pembunuhan Jumiati di Bantul, Begini Kejanggalannya

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu